Memaparkan catatan dengan label Muslimah. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Muslimah. Papar semua catatan
Sabtu, 23 Julai 2011
Jumaat, 22 Julai 2011
BerJUBAH tapi Telanjang ?
Berhenti MeLUCAHkan Jubah Muslimah! BerhentiMeSEKSIkan Jubah Muslimah!
Ini satu teguran penulis kepada pengusaha-pengusaha butik dan wanita-wanita Melayu Islam sekalian.
[tajuk ni mmg nk highlight especially yang pakai jubah]
Mungkin di tanah arab, Jubah adalah satu pakaian budaya tetapi di Malaysia, Jubah adalah simbol pakaian mulia yang mencerminkan personaliti akhlak Islam. Jubah membawa imej Muslimah yang merendah diri, pemalu, sederhana dan mulia. Sudah pastinya, ciri utama Jubah yang dikehendaki Islam adalah menutup-memelihara Aurat danbukannya membalut-membonjol Aurat seperti yang diamalkan segelintir Muslimah moden zaman kini.
Kemajuan industri fesyen Muslimah tidak boleh dijadikan alasan. Imej kesederhanaan dan kemuliaan Jubah WAJIB dikekalkan dan TIDAK BOLEH dirosakkan dengan sebarang elemen-elemen tabarruj dan berhias untuk menunjuk cantik. Apatah lagi jika Jubah cuba digabung-padankan dengan rekaan yang sendat dan ketat, sudah pasti hukumnya HARAM dan berdosa besar di dalam Islam. Akan terhasillah nanti sepasang Jubah yang MAKSIAT.
Telah menjadi trend fesyen sejak kebelakangan ini, ramai wanita Islam di Malaysia gemar mengenakan Jubah untuk ke majlis-majlis dan ke tempat kerja, khususnya pada hari Jumaat.
Malang sekali, Jubah-jubah yang dipakai mereka sudah hilang faedah dan hikmahnya di sisi Islam. Memang Jubah mereka labuh dan tidak menampakkan warna kulit, tetapi rekaaannya sengaja mengikut potongan badan si pemakai khususnya di bahagian dada dan pinggang. Seolah-olah mereka cuba memasukkan unsur 'ketat' dari fesyen kebaya ke dalam fesyen Jubah.
Selain daripada itu, Jubah juga tidak sesuai diperbuat daripada fabrik yang terlalu lembut kerana ia akan melekat di badan. Diburukkan lagi dengan rekaan Jubah yang sendat di bahagian dada, maka akan kelihatanlah bentuk buah dada yang ketara dari luar Jubah. Sekiranya rekaan sesebuah Jubah Muslimah itu direka mengikut lenggok bahagian pinggang, maka di bahagian punggung juga turut akan menjadi sendat.Fabrik Jubah yang terlalu lembutberwarna plain akan menyebabkan bentuk seluar dalam kelihatan dari luar Jubah apabila wanita Islam itu duduk, berdiri dan berjalan. Istighfar !
Jubah yang direstui dan diberikan pahala di dalam Islam adalah Jubah Muslimah yang dipakai kerana kesungguhan mahu memelihara Auratbukannya kerana keseronokan mengikut perkembangan fesyen. Jubah Muslimah yang sebenar mestilah longgar dan lapang. Maka, rekaan Jubah Muslimah tidak boleh ditempah sendat dan mengikut alur bentuk tubuh wanita.
Sabtu, 9 Julai 2011
Betapa ruginya wanita yang tak berjilbab…
Betapa ruginya wanita yang tak berjilbab…
ia sesat dan lalai…
ia jual syurga dengan harga murah untuk membeli neraka jahanam dengan harga mahal.
Apakah diantara wujud iman kepada Allah itu mendahulukan maksiat kepada-Nya ketimbang mentaati-Nya?
Duhh..betapa ruginya para wanita, kala mereka rela melepaskan sesuatu yang lebih baik dan mengambil yang tidak berharga. Yakni ketika mereka memilih bertabarruj menggantikan busana jilbab.
Sepadankah budaya buka-bukaan, berpakaian tpi bertelanjang bila dibandingkan dengan budaya malu, kesusilaan dan kewibawaan ?
Modal menikmati masa muda bagaimana yang engkau inginkan, sementara saat keluar ke jalan tanpa berhijab hakikatnya engkau melakukan dosa setiap orang memandangmu? Hitung setiap hari, berapa jumlah dosa yang engkau pikul akibat tabarrujmu saat beribu-ribu pasangmata laki-laki menatapmu.Berfikirlah wahai wanita, betapa sering engkau melakukan dosa besar ini dan mempertontonkan aurat!
Betapa banyak kehormatanmu yang telah engkau rampas! Banyak sudah fitnah yang engkau bangkitkan! Berapa banyak mata tajam yang telah menelan dangingmu dan menikmati kecantikanmu? Dan berapa banyak jiwa kotor yang ingin menjalin hubungan denganmu?
Totallah jumlah dosa-dosa ini setiap kali engkau keluar dan pergi sepanjang hayatmu, nescaya engkau mendapatinya sebagai dosa yang sangat berat, membuatmu tertatih-tatih memikulnya. Dan engkau tak kan sanggup membawanya di hari kiamat.
Beginikah cara menikmati masa muda wahai wanita malang, tanpa batas dan aturan-aturan syariat?!
Sesungguhnya jika ia mahu merenungkan barang sebentar hal tersebut, pasti wajahnya merah merona karena malu dan ia akan menutup kecantikan dan perhiasannya dari mata-mata buas yang tak tau malu.
Tidak bererti ketika memakai jilbab engkau hidup introvert, menjauh dari pergaulan masyarakat. Sama sekali tidak. Bahkan sebaliknya, Islam menghendakimu menjadi pribadi yang terbaik, mudah akrab dan ramah dengan orang lain: sentiasa dengan tetap menjaga rasa malu: rendah hati tapi tidak rendah diri; memiliki harga diri tanpa di baluti kesombongan. Pemalu, tidak suka menyakiti, jujur, tidak banyak bicara, banyak berbuat kebakan, suka menyambung silaturrahim,, Siapa melihatmu , siapa berkawan denganmu ia mencintaimu. Dan, seorang wanita yang murah senyum serta berpandangan luas.
Renungkanlah sendiri betapa berat beban dosa-dosa ini. Dan untuk selanjutnya, ingat kembali misimu dalam kehidupan ini, untuk apa engkau diciptakan? Engkau akan menemukan jawapan yang benar-benar kontras dengan realiti yang engkau jalani. Maka segeralah melakukan taubat nasuha kepada Allah sebelum perjalanan ke negeri akhirat .
ia sesat dan lalai…
ia jual syurga dengan harga murah untuk membeli neraka jahanam dengan harga mahal.
Apakah diantara wujud iman kepada Allah itu mendahulukan maksiat kepada-Nya ketimbang mentaati-Nya?
Duhh..betapa ruginya para wanita, kala mereka rela melepaskan sesuatu yang lebih baik dan mengambil yang tidak berharga. Yakni ketika mereka memilih bertabarruj menggantikan busana jilbab.
Sepadankah budaya buka-bukaan, berpakaian tpi bertelanjang bila dibandingkan dengan budaya malu, kesusilaan dan kewibawaan ?
Modal menikmati masa muda bagaimana yang engkau inginkan, sementara saat keluar ke jalan tanpa berhijab hakikatnya engkau melakukan dosa setiap orang memandangmu? Hitung setiap hari, berapa jumlah dosa yang engkau pikul akibat tabarrujmu saat beribu-ribu pasangmata laki-laki menatapmu.Berfikirlah wahai wanita, betapa sering engkau melakukan dosa besar ini dan mempertontonkan aurat!
Betapa banyak kehormatanmu yang telah engkau rampas! Banyak sudah fitnah yang engkau bangkitkan! Berapa banyak mata tajam yang telah menelan dangingmu dan menikmati kecantikanmu? Dan berapa banyak jiwa kotor yang ingin menjalin hubungan denganmu?
Totallah jumlah dosa-dosa ini setiap kali engkau keluar dan pergi sepanjang hayatmu, nescaya engkau mendapatinya sebagai dosa yang sangat berat, membuatmu tertatih-tatih memikulnya. Dan engkau tak kan sanggup membawanya di hari kiamat.
Beginikah cara menikmati masa muda wahai wanita malang, tanpa batas dan aturan-aturan syariat?!
Sesungguhnya jika ia mahu merenungkan barang sebentar hal tersebut, pasti wajahnya merah merona karena malu dan ia akan menutup kecantikan dan perhiasannya dari mata-mata buas yang tak tau malu.
Tidak bererti ketika memakai jilbab engkau hidup introvert, menjauh dari pergaulan masyarakat. Sama sekali tidak. Bahkan sebaliknya, Islam menghendakimu menjadi pribadi yang terbaik, mudah akrab dan ramah dengan orang lain: sentiasa dengan tetap menjaga rasa malu: rendah hati tapi tidak rendah diri; memiliki harga diri tanpa di baluti kesombongan. Pemalu, tidak suka menyakiti, jujur, tidak banyak bicara, banyak berbuat kebakan, suka menyambung silaturrahim,, Siapa melihatmu , siapa berkawan denganmu ia mencintaimu. Dan, seorang wanita yang murah senyum serta berpandangan luas.
Renungkanlah sendiri betapa berat beban dosa-dosa ini. Dan untuk selanjutnya, ingat kembali misimu dalam kehidupan ini, untuk apa engkau diciptakan? Engkau akan menemukan jawapan yang benar-benar kontras dengan realiti yang engkau jalani. Maka segeralah melakukan taubat nasuha kepada Allah sebelum perjalanan ke negeri akhirat .
BERHIASLAH HANYA UNTUK SUAMI TERCINTA
Duhai Wanita....yang telah diciptakan oleh Allah dengan begitu mulia....
Wanita merupakan perhiasan dunia,
jadi sudah menjadi kebiasaan seorang wanita yaitu dalam hal berhias.
hampir setiap wanita pasti ingin tampil menarik di depan lawan jenisnya..
tapi, apakah engkau paham bahwasanya ketika seorang wanita keluar rumah dengan dandanan mencolok dengan niat membuat kaum adam menjadi terpesona, itu merupakan hal yg tidak diperbolehkan oleh agama,
bahkan ketika sudah suami istri, maka itu bisa mengakibatkan adanya orang ke-3, karena adanya ketertarikan seorang lelaki kepada engkau,,
apakah engkau mau? adanya orang lain yg masuk di kehidupan rumah tangganya engkau...
tentunya tidak kan..
Semua orang pasti ingin kehidupan rumah tangga yang bahagia untuk pasangan suami istri.
karena islam mengajarkan bahwa seorang wanita hendaklah berhias hanya untuk suaminya saja, bukan berhias untuk yang lainnya.
“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami-suami mereka atau bapak-bapak mereka atau bapak-bapak mertua mereka (ayah suami) atau anak-anak laki-laki mereka atau anak-anak laki-laki dari suami-suami mereka atau saudara-saudara laki-laki mereka atau anak-anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka (keponakan laki-laki dari saudara lelaki) atau keponakan laki-laki dari saudara perempuan mereka atau di hadapan wanita-wanita mereka.” (Q.S An-Nur: 31)
Seorang istri berhias untuk suaminya merupakan perkara yang memang sepantasnya dilakukan oleh seorang istri.
Karena setiap kali si istri berhias untuk tampil indah di hadapan suaminya, jelas hal itu akan lebih mengundang kecintaan suaminya kepadanya dan akan lebih merekatkan hubungan antara keduanya
^_^
Semoga bermanfaat...
Salam ukhuwah fillah
Oleh : Arif Ashadi Rindu Ibu
p/s: xsalah untuk berhias tpi biar jgn terlalu keterlaluan atau ala kadar sahaja kerana islam melarang tabarujj bgi wanita.kalau untuk suami xde larangan langsung ... . ( pesanan utk diri ini jugak)
Isnin, 4 Julai 2011
????
jangan kau sangka labuh tudungku tanda alimnya diriku,aku juga sepertimu masih mencari2 segenap cahaya buat menerangi sepanjang perjalanan kerana tudungku ini bukan sekadar menutupi tetapi melindungi jua mengingatkan diri ini menjaga akhlak itu bunga diri.... aduh bait2 ayat nie membuatkanku teringat peristiwa yg terjadi pada diriku.. membuat diriku malu dan muhasabah ...
peristiwa nie berlaku bila sowg pakcik nie komen ttg pemakaian aku.. xthu la pakcik datang dari mana ..yg aku thu cme die nk dtg beli je hi2. mase aku tgh mengira ..sempat pulak pkcik tu memberi komen ..bgusla pakai macam nie ..stokin ,sarung tgn ,pakai tuduh labuh...aduhh segan sgt2 sbb aku nie bukan la baikkk..he3. naseb baek ank beranak die je yg ade dalam kdai tu.. mase nk kuar dari kedai ,bertembung gn pakcik sekali lagi ... tdi dah malu ..nie tambah malu lgi deh... pk cik komen lagi tntg pemakaianku...cme yg aku igt la lbh kurag cm nie..pak cik bgi 100% ..naseb baek adik aku je yg dengar ..klau owg laen dengar ....segannye ^^, sbb aku bukan baik sgt sampai 100% hu3... ku ingin ulang sekali bait nie .... jangan kau sangka labuh tudungku tanda alimnya diriku,aku juga sepertimu masih mencari2 segenap cahaya buat menerangi sepanjang perjalanan kerana tudungku ini bukan sekadar menutupi tetapi melindungi jua mengingatkan diri ini menjaga akhlak itu bunga diri..
kadang2 ade juga terima kate2 yg kurang menyenangkan aku ..aku hanya senyum je he3..kata2 yg ku terima antara sindiran @ ikhlas susa untuk aku bezakan . aku xkesah ..tpi kadang2 kesah jugak hu4, usnuzon2..la yup huhu. yg penting niat..Hanya kerana Allah Taala .aku bukan nk tunjuk alim sbb ilmuku masih seciput...umpama langit dan bumi...mmg xlayak pun sbb aku pun xbaek sangat pun tpi aku cuba untuk buat pekara yg membawa kebaikan kpda diriku .tudungku ini bukan sekadar menutupi tetapi melindungi jua mengingatkan diri ini menjaga akhlak itu bunga diri.. ^^- tarbiah diri :)
Ahad, 3 Julai 2011
tak rimas ke pakai tudung labuh???
seusai solat, saya mengambil tempat di sisi seorang perempuan melayu yang tidak bertudung. Sambil saya membetul-betulkan lipatan tudung, perempuan di sebelah saya menegur.
" Awak, boleh saya tanya?"
"Hmm, iya..boleh" Jawab saya sambil tersenyum.
"Kenapa awak pakai tudung besar-besar ya..tak rimas ke?" Dia bertanya.
Saya terdiam. Tak menyangka, itu soalannya.
"Tapi kenapa ya?"
"Tak ada apa-apa..saja nak tahu, sebelum ni tertanya-tanya sendiri je" Dia menjawab. Kelihatan dia benar-benar ingin tahu.
Saya tersenyum. Fikiran ligat berputar mencari jawapan yang sesuai. Lama merenung jauh, akhirnya tercerna satu idea.
" Hmm...sebelum saya jawab soalan tu, saya nak tanya awak dulu,boleh?"
Dia mengangguk
"Kenapa ya kalau kita naik kereta digalakkan pakai seat-belt ya? " Saya bertanya dia kembali tanpa menjawab dulu persoalannya.
"erm.." Dia berfikir smbil tangannya memegang dagu mencari jawapan.
" Sebab nak selamat la. kalau apa-apa berlaku, atleast kecederaan tu tak la teruk" dia menjawab ringkas.
"Ok, tapi itu kalau berlaku kemalangan kan. Macam mana pula kalau orang yang pandai dan cekap dalam memandu. Perlu ke dia pakai seat-belt ? Saya bertanya lagi untuk menduga.
"Eh, kenalah pakai jugak. Even dia dah cekap memandu like Michael Schumache, kenalah pakai jugak sebab kemalangan tu tak mengira siapa..kan? Satu lagi, kadang kemalangan tu bukan sebab kita pun, tapi ada kes kemalangan sebab pemandu lain yang tak berhati-hati akhirnya kita yang menjaga ni pun menjadi mangsa, kan?" Dia bertanya kembali.
"So, apa kaitannya kesalahan pemandu lain dengan selt-belt pulak" Saya terus bertanya.
" Yelah, nak menunjukkan bahawa selt belt tu sangat penting sekarang, sebab pemandu-pemandu jalan raya bukannya semua berhemah. Jadi untuk keselamatan, pakai seat-belt. Kalau dilanggar sekalipun kita tak la cedera teruk atau tercampak keluar"
"Tak rimas ke? kadang orang-orang tak selesa pakai seat-belt, katanya rimas"
"Alaa, nak selamat kenalah tahan sikit, kan..soal keselamatan, kena jaga"
Saya tersenyum mendengar penerangannya. Hampir sampai pada tujuan persoalan.
"Hmm, itulah jawapan saya pada persoalan awak tadi. Kenapa saya bertudung besar."
Dia terus memandang saya dengan dahinya yang berkerut.
"Ok, lets me explain ya. Persoalan kenapa saya pakai tudung yang besar-besar sama sahaja dengan jawapan awak tadi tentang kenapa kita pakai seatbelt bila memandu. Tujuannya sama. iaitu keselamatan" Saya menjawab mengikut jawapannya pada persoalan tadi. dan dia semakin merenung saya sambil berfikir.
"Tapi kalau tak pakai seat-belt, tak apa-apa kan? Tak berdosa, kan? Asalkan kita yakin kita mampu memandu dengan baik.Tapi yakin ke kita bila kita memandu tanpa memakai seat-belt walaupun memandu dengan baik dan berhemah, kita akan selamat?"
Dia menggeleng kepala tanpa suara.
" Hmm, thats why saya cuba menjaga keselamatan hidup saya dengan tudung yang besar. Sebab saya tak tahu apa bencana yang sedang menanti. Semuanya untuk tujuan keselamatan ditambah pula dengan galakan agama yang suruh kita menjaga pemakaian yang lebih selamat'. Iya, tudung kecil atau tudung biasa tak mengapa, asalkan mampu menjaga diri sebab dunia sekarang, tau-tau je la kan, banyak godaanya. Kadangkala hanya kita yang berhemah di jalan, tetiba sedar-sedar kita kena langgar, nasib baik pakai seat-belt...hehehe".Saya tergelak kecil. Berharap agar mengundang bibit mesra dengannya.
" Dan satu lagi, kereta sekarang macam-macam gaya dan jenama, kan? Orang ramai tergilakan kereta-kereta canggih sehingga lupa nak menjaga keselamatan. Ramai je yang berkereta canggih tapi akhirnya tercampak keluar dari keretanya sendiri apabila berlaku kemalangan yang tidak diigini. Macam tu jugak tudung, sekarang ni macam-macam fesyen, tapi masih lagi tak ikut syariat. Ketat sana, singkat sini. Bukankah itu membahayakan hidup? " Saya tersenyum. Sedaya upaya membuatkan dia terus berfikir.
"Tudung besar yang saya pakai ini bukan untuk mintak penghormatan daripada sesiapa pun. Tapi tak lari dari tujuan keselamatan. Selamat untuk diri sendiri, selamat untuk orang lain dan juga yang penting, saya nak cuba penuhi galakkan agama supaya menjaga diri melalui pemakaian."
"So, persoalan rimas atau tak, dah terjawab tadi..kan?" Saya bertanya kembali. Dia memandang bebola mata saya mencari pengertian.
"Tak rimas ke pakai tudung besar-besar?. Hmm, hanya yang pakai sahaja yang tahu. Kadang tu rimas jugak la, lebih-lebih lagi musim panas. Tapi tahan sikitla, sebab prinsip kita untuk jaga keselamatan. Sebab itu, pemandu yang paling berhemah adalah pemandu yang sentiasa menjaga keselamatannya..betul tak? Saya terus bertanya. Dan dia mengangguk.
"So, faham tak kaitan antara tudung besar dengan seat-belt?" Saya bertanya dengan lembut, memancing kefahamannya..
Dia mengangguk...
"Maaf, saya pergi dulu ya..kelas saya dah nak start" Saya bangun dari kerusi dan mohon mengundur diri.
" Iya" Jawabnya ringkas, masih lagi seolah-olah memikirkan sesuatu.
Saya berjalan meninggalkan dia menuju ke kelas sambil brmonolog sendirian.
'Hmm, ada kaitan jugak ya seat-belt dengan tudung besar ni..sebelum ni tak pernah terfikir' Tersenyum saya..moga hari ini sedikit ilmu itu mampu meluaskan selautan kebaikan...dan membukakan jalan buat mereka yang mencari jalan.. amin.
dan saya..terus berjalan, sambil membetulkan 'seat-belt' saya yang asyik terasa longgar sahaja pin'nya...kena pakai betul-betul nanti tak selamat...hehe...
Sabtu, 4 Jun 2011
SELAMI HATI SEORANG WANITA
1. Bila sorang wanita mengatakan dia sedang bersedih,tetapi dia tidak menitiskan airmata,itu bermakna dia sedang menangis di dalam hatinya.
2. Bila dia tidak menghiraukan kamu selepas kamu menyakiti hatinya,lebih baik kamu beri dia masa untuk menenangkan hatinya semula sebelum kamu menegur dengan ucapan maaf.
3. Wanita sukar nak cari benda yang dia benci tentang orang yang paling dia sayang(sebab itu ramai wanita yang patah hati bila hubungan itu putus di tengah jalan).
4. Sekiranya sorang wanita jatuh cinta dengan sorang lelaki,lelaki itu akan sentiasa ada di fikirannya walaupun ketika dia sedang keluar dengan lelaki lain.
5. Bila lelaki yang dia suka dan cinta merenung tajam ke dalam matanya,dia akan cair seperti coklat!!
6. Wanita memang sukakan pujian tetapi selalu tidak tau macam mana nak menerima pujian.
7. Ji! ka kamu tidak suka dengan gadis yang sukakan kamu separuh mati,tolak cintanya dengan lembut,jangan berkasar sebab ada satu semangat dalam diri wanita yang kamu tak akan tahu bila dia dah buat keputusan,dia akan lakukan apa saja.
8. Sekiranya sorang gadis mula menjauhkan diri darimu selepas kamu tolak cintanya,biarkan dia untuk seketika.Sekiranya kamu masih ingin menganggap dia sorang kawan,cubalah tegur dia perlahan-lahan.
9. Wanita suka meluahkan apa yang mereka rasa.Muzik,puisi,lukisan dan tulisan adalah cara termudah mereka meluahkan isi hati mereka.
10. Jangan sesekali beritahu perempuan yang mereka ni lansung tak berguna.
11. Bersikap terlalu serius boleh mematikan mood wanita.
12. Bila pertama kali lelaki yang dicintainya dalam diam memberikan respon positif,misalnya menghubunginya melalui telefon,si gadis akan bersikap acuh tak acuh seolah-olah tidak berminat,tetapi sebaik saja ganggang diletakkan,dia akan menjerit kesukaan dan ! tak sampai sepuluh minit,semua rakan-rakannya akan tahu berita tersebut.
13. Sekuntum senyuman memberi seribu erti bagi wanita.Jadi jangan senyum sebarangan.
14. Jika kamu menyukai sorang wanita,cubalah mulakan dengan persahabatan.Kemudian biarkan dia mengenalimu dengan lebih mendalam.
15. Jika sorang wanita memberi seribu satu alasan setiap kali kamu ajak keluar,tinggalkan dia sebab dia memang tak berminat denganmu.
16. Tetapi jika dalam masa yang sama dia menghubungimu atau menunggu panggilan darimu,teruskan usahamu untuk memikatnya.
17. Jangan sesekali mengagak apa yang dirasakannya.Tanya dia sendiri!!
18. Selepas sorang gadis jatuh cinta,dia akan sering tertanya-tanya kenapalah aku tak jumpa lelaki ini lebih awal.
19. Kalau kamu masih tercari-cari cara yang paling romantik untuk memikat hati sorang gadis,cubalah rajin-rajinkan tangan menyelak buku-buku cinta.
20. Bila setiap kali gambar kelas keluar,benda pe! rtama yang dicari oleh wanita ialah siapa yang berdiri di sebelah buah hatinya,kemudian barulah dirinya sendiri.
21. Bekas teman lelaki akan sentiasa ada di fikirannya tetapi lelaki yang dicintainya sekarang akan berada di tempat teristimewa iaitu di hatinya!!
22. Satu ucapan 'Hi' sahaja sudah cukup menceriakan harinya.
23. Teman baiknya saja yang tahu apa yang sedang dia rasa dan lalui.
24. Wanita paling benci lelaki yang berbaik-baik dengan mereka semata-mata nak tackle kawan mereka yang paling cantik.
25. Cinta bermaksud kesetiaan, ambil berat, jujur dan kebahagiaan tanpa sebarang kompromi.
26. Semua wanita mahukan sorang lelaki yang cintakan mereka sepenuh hati..
27. Senjata wanita adalah airmata!!
28. Wanita suka jika sesekali orang yang disayanginya mengadakan surprise buatnya(hadiah,bunga atau sekadar kad ucapan romantis).Mereka akan rasa terharu dan merasakan bahawa dirinya dicintai setulus hati.Dengan i! ni dia tak akan ragu-ragu terhadapmu.
29. Wanita mudah jatuh hati pada lelaki yang ambil berat tentang mereka dan baik terhadapnya.So,kalau nak memikat wanita pandai-pandailah...
30. Sebenarnya mudah mengambil hati wanita kerana apa yang dia mahu hanyalah perasaan dicintai dan disayangi sepenuh jiwa.
by : halaqah net.
air mata wanita
"Suatu ketika, seorang anak bertanya kepada ibunya, “Ibu, mengapa ibu menangis?” Ibunya menjawab, “Sebab ibu adalah perempuan, nak.” “Saya tak mengerti ibu,” kata si anak. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kau memang tak akan mengerti…”
Kemudian si anak bertanya kepada ayahnya. “Ayah, mengapa ibu menangis?” “Ibumu menangis tanpa sebab yang jelas.” sang ayah menjawab. “Semua perempuan memang sering menangis tanpa alasan.”
Si anak membesar menjadi remaja, dan dia tetap terus bertanya-tanya, mengapa perempuan menangis? Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa perempuan mudah menangis?” Dalam mimpinya ia merasa seolah mendengar jawapannya:
“Saat Ku ciptakan wanita, saya membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
“Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali menerima cerca dari si bayi itu apabila ia telah membesar.
“Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.
“Ku berikan kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walau dia sendiri letih, walau sakit, walau penat, tanpa berkeluh kesah.
“Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada anak-anak yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.
“Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.
“Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyedarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai isterinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.
“Dan akhirnya, Kuberikan ia air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kepada wanita, agar dapat ia gunakan bila masa pun ia inginkan. Ini bukan kelemahan bagi wanita, kerana sebenarnya air mata ini adalah “air mata kehidupan.”
bersyukurlah dilahirkan sebagai wanita...
tambahlah bersyukur dilahirkan sebagai wanita Muslimah..."
Kemudian si anak bertanya kepada ayahnya. “Ayah, mengapa ibu menangis?” “Ibumu menangis tanpa sebab yang jelas.” sang ayah menjawab. “Semua perempuan memang sering menangis tanpa alasan.”
Si anak membesar menjadi remaja, dan dia tetap terus bertanya-tanya, mengapa perempuan menangis? Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa perempuan mudah menangis?” Dalam mimpinya ia merasa seolah mendengar jawapannya:
“Saat Ku ciptakan wanita, saya membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
“Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali menerima cerca dari si bayi itu apabila ia telah membesar.
“Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.
“Ku berikan kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walau dia sendiri letih, walau sakit, walau penat, tanpa berkeluh kesah.
“Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada anak-anak yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.
“Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.
“Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyedarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai isterinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.
“Dan akhirnya, Kuberikan ia air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kepada wanita, agar dapat ia gunakan bila masa pun ia inginkan. Ini bukan kelemahan bagi wanita, kerana sebenarnya air mata ini adalah “air mata kehidupan.”
bersyukurlah dilahirkan sebagai wanita...
tambahlah bersyukur dilahirkan sebagai wanita Muslimah..."
Jumaat, 27 Mei 2011
Usaha mencari jodoh bg wanita
Jodoh itu telah ditetapkan, bezanya sama ada kita mendapatkannya dengan cara mulia atau cara hina. Pilihlah
**Berusaha menyediakan diri sebagai produk ‘solehah’ yang diidam-idamkan. Biasanya produk ‘solehah’ yang bermutu tinggi dari segi agama dan akhlaknya mempunyai permintaan tinggi di dunia dan akhirat. Apabila sesuai masanya dan tepat orangnya, serahkanlah ‘kesediaan hati’ anda untuk dirisik dan dipinang dengan jalan yang syarak
* Berusaha mengawal diri supaya jangan gedik, mudah menyerah dan mudah melayan kerana wanita sebegini biasanya begitu senang untuk dimiliki oleh lelaki yang tidak berakhlak sahaja. Biasanya wanita yang senang dimiliki (hanya dengan sedikit godaan berupa SMS, call, puji-pujian dan lain-lain), senang pula untuk dipersia-siakan.
* Berkawanlah dengan rakan-rakan sejantina yang solehah. Jodoh anda mungkin dikalangan abang mereka, saudara mereka dan sebagainya yang soleh-soleh juga. Jelaskan niat bahawa itu bukan matlamat tetapi wasilah semata-mata.
* Jika anda terpikat dengan agama dan akhlak seorang lelaki dan anda ingin memuliakan, pilihlah cara melalui orang tengah yang soleh. Jangan menghantar hasrat terus kepadanya kerana ia boleh menjatuhkan martabat dan kemuliaan ‘malu’ anda dimatanya.
* Minta ibubapa, abang atau saudara-mara yang mencarikan untuk anda.
* Jika anda dirisik secara langsung oleh seseorang lelaki dan anda memang menyenangi agama dan akhlaknya serta berkeyakinan dia boleh berubah menjadi lebih baik, mintalah dia merisik dengan cara yang lebih mulia iaitu dengan terus melibatkan ibu bapa, bukan hanya berdua-duaan antara anda dan dia. Ingat, cara yang menggunakan orang tengah dan menjauhi fitnah itu adalah cara yang dilakukan oleh Rasulullah
by : kak Fatimah Syarha
bagaimana akhirnye aku bertudung labuh >>>>
Aku mengurut-urut keningku perlahan-lahan. Penat. Aku baru sahaja selesai mengulangkaji sebahagian buku subjek Muamalat. Ku tutup buku itu lalu aku bangun dan melangkah keluar dari bilik. Aku menuju ke ruang tamu. Kosong. Di mana semua orang. Akhirnya aku mengambil keputusan untuk keluar menghirup udara petang. Aku segera mencapai sehelai tudung dan menyarungkannya di kepala. Stoking juga ku ambil lalu ku pakai.
Aku melangkahkan kakiku ke luar rumah. Tetapi hasrat untuk berjalan-jalan ku batalkan lalu aku mengambil keputusan untuk naik ke bumbung rumah. Di atas bumbung rumahku ada sebuah bahagian seakan-akan balkoni yang dibina oleh ayahku sebagai tempat istirehat pada waktu-waktu senggang. Ada sebuah meja dan beberapa kerusi buatan sendiri di situ.
Aku melabuhkan punggung di salah sebuah kerusi yang menghadap ke jalan raya. Angin bertiup sepoi-sepoi bahasa. Tudungku turut terbuai ditiup angin semilir petang. Ada anak-anak kecil yang sedan berkejaran. Ada yang sedang berbasikal dan ada yang sedang bermain badminton. Aku tersenyum melihat anak-anak kecil ini. Indahnya alam kanak-kanak.
Di sudut lain pula ada anak-anak remaja yang sedang berkumpul di atas motosikal masing-masing. Mungkin menunggu waktu yang sesuai untuk merempit. Ada juga anak-anak gadis berpakaian kurang sopan sedang berjalan-jalan. Aku mengeluh. Sebagai seorang gadis, aku turut merasa malu melihat mereka berpakaian seperti itu. Ya, lebih memalukan kerana mereka bertudung. Tudung yang bukan tudung dengan pakaian yang ketat dan sendat.
Aku mengalihkan pandanganku ke tempat lain. Hatiku sayu mengenangkan umat Islam kini yang semakin rapuh imannya. Dan aku? Tidak mampu berbuat apa-apa untuk mengubahnya. Aku bermonolog sendirian. Dahulu, aku juga seperti mereka. Bertudung sekadar syarat. Bagiku, asalkan bertudung itu sudah cukup. Tetapi segala-galanya berubah kerana suatu peristiwa. Aku termenung mengingat kembali peristiwa itu.
************************************************
Kisah itu bermula ketika aku berusia 13 tahun. Aku mula menjejakkan kaki ke alam sekolah menengah. Aku bersekolah di sebuah sekolah menengah agama yang terkemuka di Hulu Langat. Hari pertama persekolahanku, aku berkenalan dengan ramai teman baru dan ada juga teman-teman dari sekolah rendah yang turut menyambung pelajaran di situ sepertiku.
Ingin aku ceritakan betapa indahnya suasana masyarakat di situ. Gadis-gadisnya bertudung labuh dan pemuda-pemudanya segak berkopiah. Suasananya tenang dengan pokok-pokok rendang yang menghijau, kicauan burung dan ikan-ikan yang sedang bermain di kolam. Tetapi, itu adalah perasaan yang ku rasakan kini iaitu saat aku telah menginjak dewasa, saat aku mengenangkannya.
Namun, saat suasana itu sedang ku alami, hatiku remajaku memberontak. Mengapa aku harus bertudung labuh ke sekolah? Hodohnya! Itulah yang ku fikirkan saat itu. Aku gadis bertudung tetapi aku bukan gadis bertudung labuh.
Hari-hari persekolahanku, ku lalui seperti biasa. Aku mula dapat menyesuaikan diri. Sehinggalah pada suatu hari, kami semua dikehendaki hadir ke sekolah pada hari Sabtu untuk membersihkan kelas sempena Pertandingan Keceriaan dan Kebersihan Kelas. Di rumah, aku mula gelisah. Apa yang harus ku pakai untuk ke sekolah??
'Ish, nak pakai apa ni? Takkan nak pakai tudung pendek ni kot?? Malulah!'
Aku benar-benar bingung. Aku tidak mungkin akan hadir ke sekolah dengan tudung pendekku. Aku malu kerana selama ini semua teman-temanku hanya pernah melihatku bertudung labuh sekolahku itu. Pasti mereka akan menganggapku sebagai seorang yang hipokrit. Akhirnya, aku mengambil keputusan untuk meminjam sehelai tudung labuh ibuku. Walaupun ibuku tidak bersekolah agama, tetapi dia bertudung labuh. Mungkin kerana dia mengajar di sekolah agama atau mungkin kerana itu adalah keinginannya sendiri. Aku juga tidak tahu.
'Mak, nak pinjam tudung labuh sehelai'
'Nak buat apa?'
'Esok Along kena pergi sekolah'
'Laa..pakai je la tudung yang Along biasa pakai tu'
'Taknak, Along malulah. Nanti apa pulak kata kawan-kawan Along kalau tengok Along pakai tudung pendek'
'Hah, yelah. Ambillah yang mana Along nak'
'Nak buat apa?'
'Esok Along kena pergi sekolah'
'Laa..pakai je la tudung yang Along biasa pakai tu'
'Taknak, Along malulah. Nanti apa pulak kata kawan-kawan Along kalau tengok Along pakai tudung pendek'
'Hah, yelah. Ambillah yang mana Along nak'
Aku segera mengambil sehelai tudung ibuku yang berwarna krim. Hatiku melonjak girang. Bolehlah aku ke sekolah dengan bertudung labuh nanti. Tidak perlulah aku berasa malu dengan teman-temanku lagi.
Esoknya, aku memakai sehelai t-shirt dengan tudung labuh tersebut. Agak lucu kerana tudung itu agak besar denganku. Ah, aku tidak peduli asalkan aku ke sekolah dengan bertudung labuh. Ibuku menghantarku ke sekolah. Saat aku tiba ke sekolah, aku terkedu. Teman-temanku sudah sampai. Ramai. Lelaki dan perempuan semuanya sudah berada di dalam kelas. Tetapi bukan itu yang membuatku terkedu.
'Tengok, kawan-kawan kamu tu tak ada pun yang pakai tudung labuh. Tu lah, mak cakap pakai tudung biasa je kamu takanak dengar. Degil'
Aku hanya mendiamkan diri. Perlahan-lahan aku membuka pintu kereta. Kakiku melangkah lesu keluar dari perut kereta. Terasa seakan-akan semua orang memandangku. Saat itu, aku rasa seperti ingin menangis. Terasa seakan-akan semua orang sedang ketawa melihatku.
Mataku liar memandang sekeliling. Ya, ada yang turut berpakaian sepertiku. Aku lega. Sekurang-kurangnya aku tidak berseorangan. Tetapi, teman-teman rapatku semuanya bertudung pendek. Dan mereka berlagak seolah-olah tidak mengenaliku. Aku hanya melangkah lesu masuk ke dalam kelas.
Aku tersenyum mengenangkan kembali kerenahku. Bertudung labuh kerana malu. Ah, naifnya aku saat itu. Aku kembali semula ke zaman persekolahanku.
'Bagusnya kau pakai tudung labuh'
Kata seorang temanku. Lelaki. Aku sekadar mendiamkan diri. Sebetulnya aku malu. Mereka tidak tahu bahawa aku memakainya kerana terpaksa. Kerana malu dan khuatir dikatakan hipokrit.
Sejak saat itu, aku sentiasa memakai tudung albuh apabila perlu ke sekolah pada bukan hari persekolahan. Ya, masih kerana aku malu. Aku tidak ikhlas memakainya. Bahkan aku merasakan aku sangat hodoh memakai tudung labuh. Tetapi aku tetap memaksa diriku untuk bertahan. Ibuku pula kurang memberikan sokongan. Dia tidak kisah samada aku bertudung labuh ataupun tidak. Baginya, cukup sekadar tudungku itu menutup aurat. Labuh menutupi dada. Walaupun ibu bapaku tidak bersekolah agama, mereka amat menitikberatkan ajaran agama dalam keluarga. Aku dilarang sama sekali berpakaian tidak menutup aurat di luar. Walaupun aku bertudung pendek, auratku terjaga. Mungkin kerana tubuhku yang kecil pada masa itu lalu walaupun bertudung pendek, perhiasan wanitaku terjaga.
Suatu hari, aku keluar ke Pekan Kajang bersama kawan-kawanku. Tetapi, kali ini aku bertudung pendek. Ah, aku lebih malu memakai tudung labuh kalau di Kajang. Di situ, orang-orangnya bergaya. Pasti aku akan kelihatan aneh dengan tudung labuh apabila berada dalam kalangan mereka. Malahan aku berbaju ketat dan tudungku silang sehingga nampak perhiasan wanitaku. Aku bersikap berani kerana ibuku dan ayahku tiada di rumah. Mereka hanya akan pulang pada waktu malam.
Aku berpisah dengan kawan-kawanku apabila mahu pulang. Aku pulang dengan menaiki bas. Saat aku masuk ke dalam perut bas, ku lihat hanya tinggal satu tempat duduk di sebelah seorang makcik. Aku segera mengambil tempat. Penat berdiri.
Di pertengahan jalan, makcik yang duduk di sebelahku turun lalu tempatku diambil oleh seorang lelaki muda. Botak. Berpakaian aneh dengan corak tengkorak pada bajunya. Aku mengengsot sedikit lalu memandang kosong ke luar tingkap. Tidak selesa. Tiba-tiba terasa ada tangan seseorang di pinggangku. Aku tersentak tetapi aku tidak segera melatah. Aku menjeling pada pemuda di sebelahku. Matanya tertutup rapat. Sangkaku dia tertidur dan tangannya tidak sengaja menyentuhku. Lalu ku alihkan tangannya dan kembali memandang ke luar tingkap. Tiba-tiba ia berlaku sekali lagi. Kali ini ku rasakan tangan itu bergerak-gerak menandakan kali ini perbuatan itu disengajakan. Pantas aku mengambil begku dan diletakkan di antara aku dengannya. Kalau ikutkan hatiku yang baran, nahas lelaki ini ku kerjakan. Tetapi, keadaan sesak di dalam bas membantutkan niatku. Aku menudukkan tubuhku dan menongkat dagu memandang lagi ke luar. Dan tak ku sangka lelaki tiu berani meletakkan tangannya di bahuku.
'Hoi!!!'
Tanpa perasaan malu aku bangun dan berteriak. Aku tidak peduli dengan mata-mata yang sedang memandangku. Lelaki ini harus ku ajar. Tetapi dia sekadar membatu di tempatnya tanpa sedikit pun terkuit.
'Kau ni apahal?! Jangan nak kurang ajar dengan aku!'
'Apa?? Apa aku buat kat kau??'
'Apa?? Apa aku buat kat kau??'
Dia memandangku sinis.
'Apa??'
'Kau..kau..urgh, tepilah, aku nak keluar! Pakcik, berhenti! Saya nak turun!'
'Kau..kau..urgh, tepilah, aku nak keluar! Pakcik, berhenti! Saya nak turun!'
Aku berteriak kepada pemandu bas agar segera berhenti. Sakit hatiku melihat wajah pemuda itu. Sebelum aku turun, aku memijak kaki pemuda itu sekuat hatiku. Dia terjerit. Puas hatiku.
'Padan muka, jangan nak main-main dengan aku!'
Aku pulang dengan menaiki bas lain selepasnya. Di rumah, apabila ibuku pulang aku menceritakan peristiwa tersebut pada ibuku. Dia memarahiku. Katanya, aku tidak berhati-hati sehingga ada orang yang mengambil kesempatan terhadapku.
Wajahku berkerut apabila mengingati peristiwa hitam itu. Itu pertama kali dalam hidupku peristiwa sedemikian terjadi padaku. Sejak itu, aku jadi trauma untuk menaiki bas. Tetapi, ada peristiwa selepas itu yang telah mengubahku menjadi seperti aku sekarang ini.
Petang itu, aku baru sahaja selesai menghadiri kelas tambahan di sekolah. Kebiasaannya ibuku akan datang mengambilku tetapi petang itu ibuku tidak dapat datang kerana kereta ibuku rosak dan berada di bengkel kereta. Itu bermakna aku harus menaiki bas untuk pulang.
Suasana di Pekan Kajang seperti biasa. Penuh sesak dengan manusia. Aku mula terbayang peristiwa hitam yang pernah terjadi padaku di dalam bas. Mataku meliar mencari bas yang kosong. Aku tidak mahu mengambil risiko menaiki bas yang penuh sesak. Khuatir peristiwa itu akan berulang lagi.
Bas mula bergerak menuju ke destinasi. Aku duduk seorang diri. Begku letakkan di kerusi sebelahku. Sengaja. Aku tidak mahu ada orang duduk di situ. Tiba-tiba..
'Kak, boleh saya duduk kat sini?'
Seorang pemuda berusia dalam lingkungan 20-an menegurku. Aku memandangnya sekilas.
'Suka-suka je panggil aku kakak. Mentang-mentang aku pakai tudung labuh. Tak nampak ke aku bawa beg sekolah ni?'
Aku serba-salah. Aku bimbang peristiwa itu akan berulang lagi. Tanganku perlahan-lahan mengambil beg di sebelah tempat dudukku. Pemuda itu juga kelihatan teragak-agak untuk duduk. Dia sekadar duduk di hujung kerusi. Langsung tidak bersentuh bahu denganku. Aku tersenyum. Lega.
'Sekolah lagi ke?'
Aku tersentak apabila suara lelaki itu menegurku. Aku menoleh dan mengangguk.
'Sekolah agama ke? Kat mana?'
' A'ah, sekolah agama kat Langat'
'Ooh..yeke. Baguslah adik pakai macam ni bila keluar. Jangan pakai tudung labuh kat dalam sekolah je. Orang yang pakai tudung labuh ni, maruahnya terjaga. Bila pakai tudung labuh, orang tak berani mengurat. Hihi..'
' A'ah, sekolah agama kat Langat'
'Ooh..yeke. Baguslah adik pakai macam ni bila keluar. Jangan pakai tudung labuh kat dalam sekolah je. Orang yang pakai tudung labuh ni, maruahnya terjaga. Bila pakai tudung labuh, orang tak berani mengurat. Hihi..'
Aku terdiam mendengar kata-katanya. Terasa kata-kata itu benar-benar tepat menikan di hatiku.
'Abang turun dulu. Kalau nak tahu, abang ni ex sekolah adik'
Pemuda sopan itu berlalu keluar. Aku menghantar langkahnya dengan pandangan kosong. Sekumpulan anak muda masuk ke dalam perut bas. Bising. Mereka berpakaian serba hitam dengan rambut tercacak berwarna-warni. Aku kembali teringat peristiwa itu. Belum sempat berbuat apa-apa, salah seorang dari mereka mengambil tempat di sebelahku. Tetapi, dia juga seperti pemuda sopan tadi. Sekadar duduk di hujung kerusi. Aku terkesima. Kata-kata pemuda tadi kembali terngiang-ngiang di telingaku. Bayangan peristiwa hitam itu bermain di mindaku. Ya, saat itu aku berpakaian kurang sopan. Tudungku pendek menampakkan perhiasanku. Bajuku ketat dan tidak menutup aurat.
Aku kembali ke alam nyata. Bayangan peristiwa lalu itu hilang dari mindaku. Aku bersyukur kerana diberi peluang untuk berubah. Aku bersyukur kerana diganggu oleh pemuda kurang sopan itu dan aku bersyukur dipertemukan dengan pemuda sopan yang menasihatiku itu. Jika tidak kerana mereka, pasti aku semakin jauh tersesat. Pasti aku akan sentiasa bertudung labuh kerana malu bukan kerana ALLAH.
Sejak peristiwa itu, aku mula mengikhlaskan diri dalam bertudung labuh. Aku tidak lagi memakainya hanya untuk ke sekolah. Aku memakainya di mana-mana sahaja apabila aku keluar dari rumah. Dan segalanya benar, bertudung labuh secara automatik membuatku terjaga. Maruahku terpelihara dan tidak dipermainkan. Tiada orang yang berani menggangguku bahkan dengan bertudung labuh juga, aku jadi lebih berhati-hati dengan sikapku kerana aku tahu ada banyak mata yang memerhati langkahku.
Aku bangun lalu turun ke bawah. Rupa-rupanya adik-adikku keluar bermain di taman. Aku tersenyum melihat adik-adik perempuanku yang turut manis bertudung labuh. Aku ingin mereka menjadi gadis solehah. Kini, aku bertudung labuh kerana ALLAH bukan lagi kerana malu dengan teman-temanku. Walaupun bukan tudung labuh seperti waktu aku bersekolah, ia masih lagi labuh dan menutup auratku. Aku akan sentiasa cuba untuk memperbaiki diriku menjadi gadis yang solehah.
p/s: Kisah ini adalah kisah benar seorang gadis. Kisahnya simple tetapi boleh dijadikan pengajaran untuk semua. Saya gunakan bahasa diri aku agar pembaca mudah untuk memahaminya. Semoga kita diberi peluang untuk berubah seperti gadis ini dan kita sama-sama doakan agar dia istiqamah dengan perubahannya itu. Ameeennn..
Rabu, 20 April 2011
Bertudung Selepas Mimpi Ngeri...slot insaf
Tiba-tiba saya merasa sesak nafas dan sakit seperti nyawa mahu dicabut keluar. Saya terjaga daripada tidur tetapi masih terasa sakit dan sesak nafas. Saya panik. Ya Tuhan! Mungkinkah saya akan menghembuskan nafas yang terakhir pada malam ini juga?
Profesion saya sekarang ialah pengurus syarikat dan saya lulusan luar negara. Saya mula memakai tudung pada tahun 1994 iaitu ketika berusia 24 tahun. Terus terang saya katakan, memang sebelum itu saya tidak pernah terfikir hendak memakai tudung. Apabila ditanya oleh kawan-kawan, saya cuma menjawab, "Nantilah, suatu hari nanti mungkin saya pakai."
Ada juga kawan-kawan yang prihatin mengingatkan saya mengenai ajal dan maut yang bukannya boleh ditangguhkan. Kalau tiba-tiba ajal saya sudah sampai, tidak sempat pula saya hendak memakai tudung dan bertaubat. Risau juga saya mendengar kata-kata mereka tapi... entahlah, masih tidak terbuka hati.
Sehinggalah tiba-tiba pada suatu malam Jumaat saya mengalami mimpi yang menakutkan. Dalam mimpi itu saya nampak semua adik beradik, saudara mara dan kawan-kawan saya, tetapi tidak ada seorang pun yang nampak saya.Mereka bercakap sesama sendiri tetapi langsung tidak menghiraukan saya, seolah-olah saya tidak wujud lagi. Kemudian barulah saya diberitahu saya berada di alam lain dan akan menemui ajal saya pada hari itu. Saya dibawa ke situ hanya untuk diberitahu yang saya hanya menunggu masa akan mati tetapi tidak diketahui waktunya dan caranya. Jadi, saya berada dalam keadaan cemas sepanjang hari kerana tidak tahu apabila saatnya dan bagaimanakah cara saya akan mati.
Saya kemudian menaiki kereta menuju ke lapangan terbang kerana saya perlu menuju ke suatu tempat bagi menjalankan tugas. Dalam perjalanan, saya terfikir mungkin saya akan kemalangan sebentar lagi dan terus mati. Saya berdebar-debar, tetapi akhirnya selamat sampai ke lapangan terbang. Apabila kapal terbang berlepas, saya terfikir mungkin kapal terbang ini itu akan terhempas dan saya akan mati. Saya menjadi begitu cemas sehinggalah kapal terbang selamat mendarat. Tiba-tiba saya merasa sesak nafas dan sakit seperti nyawa mahu dicabut keluar. Saya terjaga daripada tidur tetapi masih terasa sakit dan sesak nafas. Saya panik. Ya Tuhan! Mungkinkah saya akan menghembuskan nafas yang terakhir pada malam ini juga?
Cepat-cepat saya bangun, ambil wuduk dan sembahyang sunat. Tidak henti-henti saya membaca macam-macam ayat al-Quran, tetapi kesakitan yang dirasai semakin perit. Tanpa menanggalkan telekung saya baringkan diri di atas katil. Saya rasa diri saya seperti sekujur mayat di dalam telekung putih itu. Saya tidak tahan lagi dengan kesakitan itu, lalu saya memohon doa, "Ya Tuhan, sekiranya engkau mahu mencabut nyawaku engkau berilah masa bagiku bertaubat dan aku berjanji akan memakai tudung suatu hari nanti."
Tiba-tiba kesakitan itu semakin menjadi-jadi dan sambil menangis saya berjanji akan memakai tudung pada minggu hadapan. Tetapi tekak saya bagai disentap dan tekak saya semakin perit. Saya tidak tahan lagi lalu berjanji saya akan memakai tudung keesokan harinya. Tanpa disangka, semua kesakitan itu hilang dengan sekelip mata.
Saya betul-betul terkejut, tidak dapat berkata apa-apa dan tersandar di hujung katil dalam keadaan yang masih takut. Saya berkeadaan begitu hinggalah masuk waktu subuh. Selesai sembahyang subuh, saya terus mencari tudung di dalam almari untuk dipakai ke pejabat pada pagi itu juga. Itulah hari pertama saya memakai tudung, sudah tentulah kawan-kawan saya terkejut kerana saya tidak pernah menyuarakan hasrat hendak bertudung sebelum ini. Sepanjang hari itu saya menjadi pendiam, sedih, takut dan cemas kalau-kalau saya mati pada hari itu juga.
Walau bagaimanapun, saya berasa bersyukur kerana menjadi hamba Tuhan yang terpilih untuk diberi hidayah dengan cara sebegitu. Apabila saya melihat kawan-kawan yang belum bertudung, saya berasa sedih kerana mereka tidak tahu dan tidak mempedulikan apa yang menanti mereka di kemudian hari. Saya bernasib baik kerana diberi petunjuk.
Apa yang boleh saya katakan daripada mimpi saya alami, tidak dapat saya bayangkan ketakutannya apabila saya benar-benar mengetahui bilakah ajal saya akan sampai. Jadi, bersedialah, ajal kita mungkin akan sampai pada bila-bila masa saja, sesaat pun tidak akan tertangguh apabila ajal sudah sampai.
Dipetik daripada buku "Bagaimana Akhirnya Saya Bertudung" terbitan PTS Publications & Distributors Sdn Bhd
~JOM TUTUP AURAT DAN JAGA AKHLAK~
Langgan:
Catatan (Atom)
pENa...
- Artikel (14)
- Biz. Produk Shaklee (14)
- Cerita (6)
- Cinta Shaklee (2)
- coret2 (1)
- Doa (2)
- KAMPUS-UNIVERSITI (1)
- Kata2 (3)
- Kisah dan Tauladan (5)
- Lirik lagu (4)
- Muslimah (11)
- Muslimah - Niqab~ (3)
- NiQab (1)
- Palestin (1)
- Renungan (1)
- salasilah keturunan Rasulullah s.a.w (1)
- Serikandi Islam (sharing) (1)
- sharing~ (14)
- TAZKIRAH CINTA-SHARING (4)
- Testimoni Niqab (1)









