Memaparkan catatan dengan label TAZKIRAH CINTA-SHARING. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label TAZKIRAH CINTA-SHARING. Papar semua catatan

Rabu, 23 November 2011

Duhai Lelaki Pilihan Allah Untukku....


                  Entah dengan apa ku harus menggambarkan segala rasaku padamu...

Tak cukup dengan untaian kata,dan barisan kalimat indah...

Tak mampu tergambar dengan pewarna apapun, semuanya terlalu indah...

Tak kan ada kanvas yang mampu membingkai semua warna tentangmu...

Karena kau begitu indah disini....dihatiku....

Tahukan betapa besar rasa syukurku,ketika Allah memilihku untuk menjadi pendampingmu...

Tak pernah ku merasa cukup mensyukuri nikmat itu...

Betapa bahagiaku ketika kau memilihku diantara sekian banyak bidadari yang jauh lebih indah di luar sana...

Kau tau dengan sangat tahu,aku hanya wanita dengan segala keterbatasan dan kau tetap memilihku...



Duhai Lelaki Pilihan Allah Untukku...

Tahukah engkau betapa buncahahan di dada ini seakan ingin meledak,membawaku ke awan yang hanya mampu ku ekspresikan dengan airmata...

Ketika dari lisanmu kau sebut namaku dalam lantunan ijab kabul yang suci...

Ketika itu pula ku abdikan diriku padamu,dengan segala ketundukan yang kumiliki...

dan Kau tau,bahwa akan ku patuhi inginmu selama tak bermaksiat pada Sang Maha Kasih,Robbul 'izzati....



Duhai Lelaki ku, penghìas mata dan hatiku...

Tak pernah ku lalui tiap hari, tiap jam, tiap detik kecuali kulalui hanya dengan jatuh cinta padamu...

Tak akan pernah berkurang rasa ini padamu,karena disini di hati ini kaulah yang terindah...

Dan akupun berharap dengan segala kekuranganku,kau sudi menjadikanku perhiasan terindah di mata dan hatimu...

Aku tau,diri ini tak jelita dan tak se cerdas Aisyah,apalagi setaqwa Khadijah, Namun sungguh ku akan mencintaimu seperti mereka,cinta yang terbingkai atas nama~NYA...



Duhai Pelipur Laraku...

Aku pun tahu betapa lelah dan penat harimu,bergelut dengan rutinitas kerjamu...

Kau lalui dengan penuh keikhlasan demi aku,demi anak~anak kita, demi kami amanahmu dari~NYA...

Sungguh,ketika kau lelap dalam tidurmu,aku menangis menatapmu dlm wajah lelahmu...

Betapa ku hargai tiap tetesan keringatmu, bukan berapa banyak yg telah kau beri,namun berapa banyak cinta dalam tiap tetes keringatmu,dalam tiap lelahmu... Dan aku selalu merasa cukup dengan itu...



Duhai Cintaku, Labuhan Hatiku..

Gandeng tanganku ke Jannah~NYA...

Jangan segan membangunkanku di 1/3 malam terakhir, bersama kita mengarungi samudra cinta~NYA dalam lautan dzikir...

Jangan pernah segan menegurku dalam tiap khilafku,aku adalah wanita biasa,ada kalanya ku berbuat salah padamu,maka bersabarlah padaku,jangan membentakku atau membiarkanku..

Kau tau aku adalah kaum yg tercipta dari tulang rusuk yang paling bengkok...

Ada kalanya aku akan membuatmu begitu marah,maka ketahuilah olehmu bahwa DIA menghendaki kau menasehatiku dengan hikmah,

Sungguh hatiku tetaplah wanita yang lemah pada kelembutan,namun jangan kau coba meluruskanku, krn aku akan patah, tapi... Jangan pula membiarkanku begitu saja,karena akan selamanya aku salah...

Tatap mataku dengan cintamu,

genggam tanganku dan nasihati aku dengan lembut...

Niscaya kau akan menemukanku tersungkur menangis dalam pangkuanmu... Dan maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku...



Duhai Kasihku Dunia Akhirat...

Kau adalah nahkodaku, kemana kau mengarahkan haluan rumah tangga kita,di situ pula aku akan mengikutimu...

Maka jadilah Imam yang baik untukku, Ajarkan aku mencintaimu Karena~NYA...

Ridholah padaku, maka Rabb kitapun akan ridho padaku...

Sesungguhnya Ridhomu adalah Ridho Illahi....

Mudahkanlah jalanku ke Jannah~NYA...

Karena bagiku kau adalah kunci Syurgaku...



Dari Ummu Salamah, Ia berkata :Rosululloh SAW bersabda :

"Seorang perempuan jika meninggal dan suaminya meridhoinya maka ia akan masuk Syurga"

Sungguh, cintaku padamu akan bertambah seiring ketakwaanmu pada~NYA,

dan akan berkurang dengan kemaksiatanmu pada~NYA...



"Aku mencintaimu karena Allah.."

Moga Allah mendengar rayuan dan luahan hati ini yang mahukan petunjuk dariNya..

Wallahualam..
Sekian..



Ahad, 13 November 2011

Apabila Meminati Seseorang

"Senyum je memanjang...ade ingat kat sesape ke?" Tegur kawanku. Aku tak perasan pulak sejak bila dia tenung aku.
"Ehhh... Zatel. Hehehe.... takdelah. Teringat sesuatu je." Balasku tersipu-sipu sambil membelek buku dengan otak yang kosong.
Entahlah. Sejak semenjak ini aku tidak tahu apa yang sedang bermain di kotak fikiran. Melayang entah ke mana. Ada sesuatu yang telah mencuit hati dan perhatianku. Walaupun terasa gatal menyibukkan diri dengan tugasan amanah tetapi tanpa diundang bayangan tersebut sering juga muncul dengan muka tidak tahu malunya.
"Hemmm...... aku tak tahulah kenapa dengan aku sejak akhir-akhir ini. Aku tak pasti apa puncanya." Luah hatiku dengan nada yang lemah.
"Kau kenapa? Cuba kau 'cer citer ckit' bagi aku paham. Ada masalah hati ehhh?"
"Ish kau ni! Cepat saja menekanya. Entahlah Zatel... aku rasa aku macam dah minat 'somebody'. Walaupun pernah berjumpa dan berbincang semeja sebelum ini, tapi aku dapat rasakan sesuatu selepas berjumpa dengan dia di dalam program aritu. Lepas balik je program tu aku macam nak tahu lebih dalam pasal dia. Aku selidik biodata dia dan apa kesukaannya. Tapi bukan tahap angau lagi ye."
"Aiwahhh.... Ustazah Rahmah dah jatuh cinta ke? Milik kepunyaan siapakah hatimu wahai sahabatku? Hehe.."
"Aku tak jatuh cintalah. Aku cuma minat je. Tapi bila aku fikir fikir balik, salahkah perasaan aku ini, Zatel?"
"Adusssss....... soal hati ini aku payah sikit nak jawab. Bukan apa, aku takda pengalaman la. Tapi yang aku yakin, kalau perasaan tu suci kerana Allah SWT bukan bersadurkan pandangan nafsu, rupa, material mahu pun duniawi.. 'tafaddhol masykura ya ukhti' ".
"Aku sendiri konfius dengan perasaan aku lagi. Aku tak nak lah perasaan ini menjadi permainan syaitan sehinggakan mengganggu kekhusyukkan solat dan ibadah aku. Aku nak ia suci supaya ada keberkatan dan keredhan Ilahi. Bagaimana harus untuk aku uruskan perasaan ini?"
************************
Dilema?
Sama ada untuk melayan perasaan tersebut dan meneruskan bayangan yang tak pernah muncul?
ATAU
Mengambil langkah berani dengan mencari orang tengah yang paling beriman dan dipercayai?
ATAU
Melupakan sahaja dengan menyibukkan diri dan fokus apa yang lebih penting?
**********************
Apa pilihannya? Keliru?
Ber'syura'lah. Berbincang elok-elok dengan orang yang paling dekat dengan kita, yang dalam ilmu dan pengalamannya. Arif dan alim tentang kemahirannya.
Selepas keputusan diputuskan bersama-sama, walau apapun pilihannya; ber-istikharahlah. Mohon Allah redhai setiap keputusan yang telah kita buat.
Apa yang penting?
Kesucian jiwa. 
"Benar-benar beruntunglah orang-orang yang suka mensucikan jiwanya. Dan benar-benar rugilah orang-orang yang gemar mengotorkan jiwanya." (Asy-Syams: 9-10)
Percayalah. Bahawa sesungguhnya mensucikan jiwa itu tugas paling utama bagi umat manusia yang dibawa oleh Rasullah SAW yang diutuskan oleh Allah.
Kesucian jiwa itulah tujuan utama bagi semua orang yang bertaqwa serta beriman kepada Allah. Bagi seseorang yang beroleh keselamatan dan kebahagiaan atau pun kesengsaraan. Dan kecelakaan di sisi Allah Taala itupun tergantung kepada kesucian atau kekotoran jiwa yang ada di dalam diri manusia itu sendiri.
Hanya Allah yang akan memberi penilaian namun kita wajib berusaha untuk mendapat penilaian yang baik dari Allah dengan izin dan kehendaknya.
***********************
Namun, andai kata kita sudah berusaha bersungguh-sungguh tetapi kesudahannya kita tetap dikecewakan. Bertabahlah! Itulah namanya kehidupan. dikecewakan dan mengecewakan. Dilukai dan melukai.

 

Ahad, 16 Oktober 2011

Syaitan Itu Kreatif

"Ilmu itu adalah cahaya.Allah lontarkan ia ke dalam hati manusia, bertindak sebagai lampu suluh penerang kehidupan"



Remaja selalunya dikaitkan dengan cinta. Agak pelik jika dilihat seseorang yang memegang gelaran remaja tidak mempunyai perasaan ingin bercinta dan dicintai juga tidak ada keinginan untuk berkenal-kenalan (kononnya) dan berhubungan sama ada secara SMS ataupun surat (baru romantik kononnya) dengan sahabat lain yang berlainan jantina.

Adakah Islam membunuh terus naluri cinta ?
Adakah Islam langsung tidak memberi peluang kepada seseorang
untuk merasakan perasaan cinta?
Adakah Islam ini terlalu kejam apabila mengekang seseorang itu
daripada terjebak dengan percintaan ?

Bukan begitu saudaraku...

Islam adalah agama yang syumul! Segalanya sudah ditetapkan oleh syari'at supaya manusia tidak terus tenggelam pada bisikan dunia. Cinta yang diimpikan semasa remaja cuma fatamorgana yang tidak kekal. Cuma mainan remaja yang dibisik oleh hawa nafsu dan syaitan yang cuba menarik setiap bani Adam untuk bersamanya di neraka.

Cinta remaja sering membuatkan kita menipu diri sendiri. Pada fikiran sebilangan remaja, 'cuma setakat menelefon dan menghantar mesej dan surat bukannya sampai berjumpa berdua-duaan di taman bunga'

Firman Allah S.W.T:

                  (٣١) وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓ‌ۖ إِنَّهُ ۥ كَانَ فَـٰحِشَةً۬ وَسَآءَ سَبِيلاً۬
Maksud : Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan yang jahat (yang membawa kerosakan).

Sedangkan mendekati zina pun sudah ditegah. Apatahkan lagi berzina!.

                                                                  Mengapa Allah kata,
'JANGAN' kamu 'MENDEKATI ZINA'?

Mengapa tidak dikatakan,
'TIDAK PATUTLAH KAMU MENDEKATI ZINA'

atau
'TIDAK BAIK KAMU MENDEKATI ZINA'?

Ini kerana Islam telah menegaskan bahawa mendekati zina itu saja sudah haram hukumnya, apatah lagi jika berzina.

Asyik daripada menelefon kekasih pujaan itulah akan menaikkan keinginan nafsu untuk berjumpa dan kemudian ke arah kegiatan-kegiatan yang seterusnya.




Ketahuilah sahabat-sahabatku sekalian,

Sesungguhnya terdapat enam perkara yang mendekatkan diri kita kepada zina. Moga kita sama-sama dapat memelihara diri kita dari menghampiri dan kemudiannya melakukan perkara-perkara tersebut yang antaranya :

1. (Melihat) نظرة
-Zina itu bermula apabila seseorang itu tertarik kepada pasangan yang berlainan jantina dengannya

2. (Senyum)فسامهم
-Seterusnya senyuman diukir untukmenarik perhatian masing-masing

3.(Memberi Salam) فسلام

- Salam diberi sebagai tanda memulakan hubungan

4.(Bercakap Kosong) فكلام
-Setelah mengenal hati budi masing-masing, seringkali mnelefon dan menghantar mesej yang semuanya dipenuhi dengan cakap kosong dan angan-angan cinta

5. (Berjanji)فموعدون
- Mula mengikat janji untuk berjumpa untuk mengenali dengan lebih dekat dan melepaskan rindu di hati

6. (Berjumpa) فلقاءون
-Dan satu perjumpaan diadakan berdua-duaan (tiga sebenarnya - yang ketiga makhluk bernama syaitan) maka akan berlakulah zina di mana nafsu tidak mampu menahan amarah, disinilah permulaan zuriat dibuang di longkang-longkang, di celah-celah belukar serta semak samun, di tong-tong sampah, di jalanan dan juga di kaki lima. Di sinilah permulaan tergadai segala kehormatan diri. Disinilah permulaan untuk melepaskan nafsu yang tidak pernah kenal kepuasan dan maruah diri.




Zina bukan sahaja menggadai kehormatan diri malah kehormatan agama, masyarakat dan ibubapa malah merosakkan generasi ummah! Mahukah kamu untuk memalit najis yang hina di muka ibubapa setelah mereka membesarkan kamu ibarat menjaga sebutir permata yang berharga? Mereka juga yang telah bersusah payah melahirkan serta membesarkan kamu dengan menggunakan segala kudrat yang ada. Mereka yang telah banyak berjasa dalam kehidupanmu

Wahai rakan-rakanku sekalian,

Waktu ini bukanlah masanya lagi untuk kita bercinta. Perjuangan dan perjalanan masih jauh dan kita masih mentah untuk melalui alam percintaan. Percintaan yang sebenar bermula apabila kita mula mahu melangkah ke gerbang perkahwinan.

Carilah cinta yang disandarkan kepada-Nya yang menjanjikan kemanisan di dunia dan kelebihan di akhirat. Sesungguhnya cinta kepada makhluk ciptaan-Nya merupakan satu fitrah yang tidak boleh dielak oleh seseorang yang bergelar manusia. Sedangkan Adam pun berasa sunyi tanpa kehadiran Hawa, bukan? Apakah yang tidak ada di syurga?

Fikirkanlah tentang ganjaran serta nikmat-nikmat yang bakal menanti kita di syurga yang tiada di dunia sementara kita melawan dari menuruti hawa nafsu kita yang sentiasa mahukan keseronokan yang tidak kekal juga kenikmatan yang tidak berpanjangan.

Marilah sama-sama kita menyeru diri kita serta kawan-kawan kita sekalian untuk kembali kepada ajaran agama kita sebagai pedoman mereka dalam kehidupan agar negara kita sentiasa dalam perlindungan dan rahmat Tuhan.

Wallahumusta'an.

Artikel yang baik untuk dibaca berkaitan C.I.N.T.A tulisan Hilal Asyraf.




Credit To I Luv Islam

Ahad, 17 Julai 2011

PADA SAPE PATUT LETAK CINTA

Jatuh yang tidak ada orang simpati ialah jatuh cinta. Sebab jatuh cinta indah, tidak macam jatuh tangga atau jatuh pokok, sakit. Cinta banyak perkara cinta. Tidak ada siapa pun yang dapat larikan diri daripada mencintai dan dicintai. Kemuncak cinta, ada orang masuk syurga kerana cinta dan tidak kurang ramai orang yang akan dihumbankan ke neraka gara-gara cinta. Cinta yang begaimana boleh bawa seseorang ke syurga dan kenapa ada yang masuk neraka lantaran kerana cinta?

Cinta, rasa yang ada dalam hati yang tidak boleh disukat-sukat. Hati yang merasainya, sehingga boleh terhibur atau terseksa kerananya. Datangnya dari dua sumber yakni dari nafsu dan dari Allah.

Cinta yang diilhamkan oleh nafsu berlaku bila hati kotor, sering melakukan dosa dan tidak pula bertaubat. Sifat-sifat keji seperti sombong, ujub, riak, gila puji, hasad dengki dan lain-lain sifat jahat bersarang dalam hati tidak dikikis, maka ketika itu nafsulah yang akan jadi Tuhan dalam diri sehingga apa saja yang dilakukan mengikut arahan nafsu. Termasuk dalam meletakkan cinta, ukuran yang diberi dan sebab jatuh cinta pun ikut selera nafsu.

Lelaki akan jatuh cinta pada perempuan yang mendedahkan kecantikannya hingga tubuh badan perempuan itu sudah tidak terlindung lagi pada pandangan nafsunya. Cinta diberi ialah untuk mengisi keinginan nafsu seks lelaki kepada perempuan. Begitu juga wanita, jatuh cinta sebab lelaki kaya, handsome bergaya, ada jawatan dan lain-lain keistimewaan yang disenangi oleh nafsu. Lantas cinta diberi dengan harapan mereka dapat tumpang kemewahan dan kesenangan hidup lelaki tersebut. Jelasnya, cinta yang datang dari nafsu ditujukan untuk kesenangan nafsu semata-mata.

Bila bertaut dua cinta yang dilahirkan oleh nafsu yang punya kepentingan masing-masing maka berlangsunglah babak-babak melahirkan rasa cinta. Dari surat menyurat, telefon, ziarah, keluar makan-makan, berdua-duaan di taman bunga, dalam keadaan saling rindu merindukan.. Ketika itu tak ada lain dalam ingatan melainkan orang yang dicintai. Sehari tak jumpa atau tidak telefon rasa berpisah setahun. Sudah tidak malu pada orang sekeliling, apa lagi pada Allah yang Maha Melihat. Lagi mereka tidak ingat dan takut. Lantaran itu mereka sanggup buat apa saja untuk membuktikan kecintaan pada pasangan masing-masing.

Hatta yang perempuan sanggup serah maruah diri konon untuk buktikan cinta pada lelaki. Yang lelaki pula rela bergolok bergadai untuk memberikan kemewahan pada perempuan sebagai bukti cinta. Akhirnya bila yang perempuan telah berbadan dua, lelaki serta merta hilang cintanya. Habis manis sepah dibuang. Kalau pada lelaki pula, ada duit abang sayang, tak ada duit abang melayang. Kalau pada suami pula, isteri seorang suami disayang, bila hidup bermadu kasih pada suami hilang.

Itulah falsafah cinta nafsu yang melulu. Cintanya hanya selagi nafsu ada kepentingan. Cinta inilah yang banyak melanda orang muda yang dilambung asmara. Hingga sanggup buat apa saja, sekalipun bunuh diri, kalau kecewa dalam bercinta. Walhal sedap dan indahnya sekejap. Sakitnya lama, sakit yang paling dahsyat ialah di neraka kelak. Inilah kemuncak cinta yang paling malang dan memalukan.

Cinta nafsu kalau pun boleh bersambung sampai membina rumahtangga ia tetap akan menyeksa. Kerana suami akan cinta pada isteri selagi isteri masih muda, seksi dan manja. Yakni selagi nafsu dapat disenangkan. Bila isteri tua, kulit berkedut, tampal make-up lagi hodoh, rambut putih dan gigi pun sudah banyak gugur seperti opah, badan pun sudah kendur, maka cinta suami akan beralih pada gadis muda yang menarik. Sekaligus hilanglah cinta suami. Menderitalah isteri yang hilang perhatian suami apalagi kalau terang-terang depan mata suami kepit perempuan lain, lagilah isteri terseksa.

Begitu juga si isteri. Cintakan suami selagi suami boleh membahagiakan dan menunaikan segala keinginan nafsu. Selagi suami kasih dan sayang padanya. Andainya suami hilang kuasa, jatuh miskin, masuk penjara atau suami kahwin lagi seorang maka serta merta hilang cinta pada suami. Sebaliknya berbakul-bakul datang rasa benci pada suami yang dulu dipuja tinggi melangit. Begitu mudah cinta bertukar jadi benci. Akibatnya berlakulah pergaduhan, masam muka, kata-mengata, ungkit mengungkit, suami tidak pedulikan isteri dan isteri pun hilang hormat pada suami. Rumahtangga panas dan menunggu saat untuk ditalqinkan ke kubur perceraian. Ketika itu tak ada lagi pujuk rayu, cumbu mesra sebagaimana waktu cinta tengah membara. Maka doktor yang menulis pun dituduh merendahkan wanita, jangan marah tahu.

Itulah gara-gara cinta nafsu yang sudah menyusahkan manusia di dunia lagi.

Sebaliknya cinta yang dialirkan oleh Allah ke dalam hati, itulah cinta yang benar, suci lagi murni. Cinta yang bukan diukur ikut pandangan mata, tapi ikut pandangan Allah. Ia bersebab kerana Allah dan cinta diberi pun untuk dapat keredhaan Allah. Cinta begini tiada batasannya. Tidak pula kenal jantina dan kedudukan. Dan cinta lahir hasil dari sama-sama cinta pada Allah.

Boleh berlaku pada lelaki dengan lelaki, perempuan dengan perempuan, lelaki dengan perempuan, antara murid dengan guru, suami dengan isteri, sahabat dengan sahabat, rakyat dengan pemimpin, antara umat dengan Nabinya dan yang paling tinggi antara hamba dengan Tuhannya.

Kalau berlaku antara lelaki dengan perempuan yang tidak diikat oleh tali perkahwinan, mereka tak akan memerlukan untuk berjumpa, bercakap atau melakukan apa saja yang bertentangan dengan kemahuan Allah. Cinta mereka tidak akan dicelahi oleh nafsu berahi. Sebaliknya cinta itu ialah tautan hati yang berlaku walaupun tak pernah jumpa atau baru kenal tapi hati rasa sayang dan rindu. Hati sedih kalau orang yang dicintai ditimpa susah, senang kalau yang dicinta itu senang. Sanggup susah-susahkan dan korbankan diri untuk senangkan orang yang dicintai.

Cinta yang begini ada diceritakan dalam hadis, iaitu seorang lelaki yang bertemu dan berpisah dengan sahabatnya kerana Allah maka mereka akan mendapat perlindungan ‘arasy Allah di padang mahsyar nanti, hari di mana masing-masing orang mengharap sangat lindungan dari matahari yang sejengkal saja dari kepala.

Kalau berlaku antara suami isteri maka isteri akan letak seluruh ketaatan pada suami, berkhidmat dan melayan suami tanpa jemu-jemu. Sama ada waktu suami tunjukkan sayang atau masa suami marah-marah. Sama ada suami kaya atau miskin, atau suami kahwin lagi, cinta isteri pada suami tidak belah bagi. Salah satu contohnya penderitaan mengundang bahagia. Kerana cintanya pada suami datangnya dari Allah hasil dari ketaqwaan isteri. Datanglah ribut taufan, angin putting beliung melanda rumah tangga, isteri tetap memberikan cintanya yang utuh dan teguh.

Begitu juga suami, cinta pada isteri tidak kira isteri itu muda atau tua. Samada pada hatinya. Selagi isteri taat pada Allah, isteri tetap dikasihinya. Kalau dia ada empat isteri, tentulah isteri-isteri akan tertanya-tanya, pada isteri manakah yang suami paling cinta? Kalau cinta itu bersumber dari Allah, tentu isteri yang paling taqwalah yang paling layak dicintai oleh suami lebih dari isteri-isteri lain.

Sumber cinta yang datang dari Allah akan meletakkan Allah yang paling tinggi dan utama. Bila berlaku pertembungan antara cinta Allah dengan cinta pada makhluk maka cinta Allah dimenangkan. Misalnya seorang isteri yang cinta suaminya. Tiba-tiba suami larang isteri melakukan ketaatan pada Allah dalam hal tutup aurat, walhal tutup aurat itu Allah tuntut. Maka kecintaan pada Allah itu akan mendorongnya untuk laksanakan perintah-Nya walaupun suami tidak suka ataupun terpaksa kehilangan suami. Sanggup dilakukan sebagai pengorbanan cintanya pada Allah. Sebaliknya kalau dia turut kemahuan suami ertinya kata cinta pada Allah hanya pura-pura, cintanya bukan lagi bersumberkan Allah tapi datang dari nafsu.

Cinta yang datang dari Allah menyebabkan seseorang cukup takut untuk melanggar perintah Allah yang kecil, apalagi yang besar, lagi dia gerun. Seorang yang sudah dapat mencintai Allah, cinta yang lain-lain jadi kecil dan rendah padanya.

Sejarah menceritakan kisah cinta Zulaikha terhadap Nabi Yusuf. Sewaktu Zulaikha dibelenggu oleh cinta nafsu yang berkobar-kobar pada Nabi Yusuf, dia sanggup hendak menduakan suaminya, seorang menteri. Bila Nabi Yusuf menolak keinginannya, ditariknya baju Nabi Yusuf hingga terkoyak. Akibat dari peristiwa itu Nabi Yusuf masuk penjara. Tinggallah Zulaikha memendam rindu cintanya kepada Yusuf.

Penderitaan cinta yang ditanggung oleh Zulaikha menyebabkan dia bertukar dari seorang perempuan cantik menjadi perempuan tua yang hodoh. Matanya buta kerana banyak menangis terkenangkan Yusuf, hartanya habis dibahagi-bahagikan kerana Yusuf. Sehingga datanglah belas kasihan dari Allah terhadapnya. Lalu Allah mewahyukan agar Nabi Yusuf mengahwini Zulaikha setelah Allah kembalikan penglihatan, kemudaan dan kecantikannya seperti di zaman gadisnya. Peliknya, bila Zulaikha mengenal Allah, datanglah cintanya pada Allah sehingga masanya dihabiskan untuk bermunajat dengan Allah dalam sembahyang dan zikir wirid sehingga terlupa dia hendak melayan kemahuan suaminya Yusuf yang berhajat kepadanya. terpaksa Nabi Yusuf menunggu Zulaikha menghabiskan sembahyangnya, hingga hampir hilang kesabaran Nabi Yusuf lantas ditariknya baju Zulaikha sehingga koyak; sebagaimana Zulaikha pernah menarik baju Nabi Yusuf seketika dulu.

Begitulah betapa cinta yang dulunya datang dari nafsu dapat dipadamkan bila dia kenal dan cinta pada Allah. Cinta Allah ialah taraf cinta yang tinggi. Kemuncak cinta ini ialah pertemuan yang indah dan penuh rindu di syurga yang dipenuhi dengan kenikmatan.

Cinta pada Allah akan lahir bagi orang sudah cukup kenal akan Allah. Kerana cinta lahir bersebab. Kalau wanita cinta pada lelaki kerana kayanya, baiknya, tampan dan sebagainya dan lelaki cinta wanita kerana cantik, baik, lemah lembut dan sebagainya maka bagi mereka yang berakal akan rasa lebih patut dicurahkan rasa cinta pada Allah kerana segala kenikmatan itu datangnya dari Allah.

Ibu bapa, suami, isteri, sahabat handai dan siapa saja yang mengasihi dan mencintai kita, hakikatnya itu semuanya datang dari Allah. Kebaikan, kemewahan dan kecintaan yang diberikan itupun atas rahmat dan kasihan belas Allah pada kita. Sehingga Allah izinkan makhluknya yang lainnya cinta pada kita. Walhal Allah boleh bila-bila masa menarik balik rasa itu dari hati orang-orang tadi kalau Allah mahu.

Allah yang menciptakan kita makhluk-Nya, kemudian diberinya kita berbagai-bagai nikmat seperti sihat, gembira, dan macam-macam lagi. Samada masa kita ingat pada-Nya ataupun masa kita lalai, tetap diberi-Nya nikmat-nikmat itu. Begitulah, kebaikan Allah pada kita terlalu banyak sebagaimana firman-Nya: yang bermaksud:


“Kalau kamu hendak menghitung nikmat-nikmat Allah, nescaya kamu tak terhitung.”


Besar sungguh jasa Allah dari menciptakan, menghidupkan dan memberi rezeki, suami, isteri, rumah dan macam-macam lagi yang dengannya kita boleh lalui kehidupan dengan aman bahagia. Alangkah biadapnya kita kalau segala pemberian Allah itu kita ambil tapi lupa untuk ucapkan terima kasih, lupa pada yang memberi. Walhal, Allah boleh saja menyusah dan menyenangkan kita dengan kehendaknya.

Oleh itu orang yang betul kenal dan beradab, dia malu pada Allah. malah kerana malunya itu dia tidak nampak yang lain lebih hebat dari Allah. Cintanya tertumpu pada Allah, dan penyerahan diri pada Allah sungguh-sungguh. Setiap saat menanggung rindu lalu masanya dihabiskan untuk berbisik-bisik dengan kekasihnya. Sehingga kerana terlalu mendalam cinta pada Tuhan ada hamba Allah yang berkata, 

“Wahai Tuhan, aku mencintai Engkau bukan kerana takutkan neraka-Mu. tapi kerana Zat-Mu, ya Allah. Aku rela masuk neraka kalau itulah kemahuan-Mu.”


Itulah rintihan hati seorang wali perempuan Rabiatul Adawiyah dalam munajatnya dengan Allah. Dia menyatakan dua cinta tidak boleh duduk dalam satu hati. Bila cinta Allah sudah penuh dalam hatinya, maka tidak ada tempat lagi untuk cinta selain dari itu.

Ada orang mangatakan: 

“Jika kau berikan hatimu ataupun cintamu pada manusia nescaya dia akan merobek-robekkannya. Tapi kalau hati yang pecah itu diberikan kepada Allah nescaya dicantum-cantumkan-Nya. Ertinya cinta dengan Allah pasti berbalas. Dan Allah tidak membiarkan orang yang dicintai-Nya menderita di akhirat.”


Jadi seorang yang bijak dan beradab akan meletakkan kecintaan yang besar pada Allah, pada Rasulullah dan barulah pada makhluk-makhluk lain di samping-Nya. Itulah perletakan cinta yang betul dan menguntungkan di dunia dan juga di akhirat. Itulah dia cinta kita pada Allah swt yang patut kita letakkan.

Oleh Dr Ikmal Online

yang menarik di sini :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...