Rabu, 6 Julai 2011

Manusia bertanya ALLAH menjawab


usaha-ikhtiar-pekerjaan-perdagangan-perniagaan
INSAN: Untuk apa engkau ciptakan siang ya Allah ?

ALLAH: Aku menjadikan siang untuk bangun berusaha. Dan carilah apa yang telah Aku anugerahkan kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi. (Al Qur’an Surat 25.Al Furqoon Ayat 47 dan Surat 28.Al Qoshosh Ayat 77)

INSAN: Engkau menyuruhku untuk berusaha dan tidak melupakan bagianku dari kenikmatan duniawi, bagaimana tanggapanmu jika aku melakukannya ?

ALLAH: Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya (harta dan anak), niscaya Aku berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali Neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia- sialah apa yang telah mereka kerjakan. (apa yang mereka usahakan di dunia itu tidak ada pahalanya di akhirat).
(Al Qur’an Surat 11.Huud Ayat 15-16)

INSAN: Bagaimana jika aku mencari uang/harta/rezeki didunia ini agar aku dapat memberikan nafkah untuk diriku dan keluarga (istri dan anak-anakku) sehingga aku dapat mendekatkan diri kepadamu ya Allah ?

ALLAH: Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan pula anak-anakmu yang bisa mendekatkan kamu kepada-Ku sedikitpun, tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.
(Al Qur’an Surat 34.Saba’ Ayat 37)

INSAN : Tolong beritahu aku ya Allah, usaha / perbuatan apa yang jika orang melakukannya maka akan merugikan usahanya dan juga merugikan dirinya ?

ALLAH: Apakah akan Aku (maukah Aku) beritahukan kepadamu tentang orang- orang yang paling merugi perbuatannya ? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. orang yang lebih mencintai bapak, anak, saudara, isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan/cari (uang/materi), perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Aku dan rasul-Ku dan dari berjihad di jalan-Ku, maka tunggulah sampai Aku mendatangkan keputusan-Ku.
(Al Qur’an Surat 18.Al Kahfi Ayat 103-104 dan Surat 9.At Taubah Ayat 24)

INSAN : Usaha apa didunia ini yang buruk dan usaha yang baik menurut-Mu ya Allah ?

ALLAH: Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Aku segerakan baginya di dunia itu apa yang Aku kehendaki bagi orang yang Aku kehendaki dan Aku tentukan baginya yaitu Neraka Jahannam, ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah Mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman (Mukmin), maka sesungguhnya akan Aku berikan kepadanya kehidupan yang baik.
(Al Qur’an Surat 17.Al Isroo’ Ayat 18-19 dan Surat 16.An Nahl Ayat 97).

INSAN : Apalagi ikhtiar/usaha/perniagaan yang baik menurutmu ya Allah ?

ALLAH: Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jua- beli dari mengingat Aku, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.
(Al Qur’an Surat 24.An Nuur Ayat 37)

INSAN: Apa buktinya bahwa Engkaulah yang memberi rezeki kepada semua makhluk yang Engkau ciptakan ya Allah ?

ALLAH: Berapa banyak binatang yang tidak dapat membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Akulah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. (Al Qur’an Surat 29.Al ‘Ankabuut Ayat 60)

INSAN : Apakah mereka (manusia) akan mendapatkan segala yang dicita-citakannya didunia ini ya Allah ?

ALLAH: Tidak.
(Al Qur’an Surat 53.An Najm Ayat 25)

INSAN : Kenapa ya Allah ?

ALLAH: Aku telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia ini (harta,rezeki,uang,materi,dll.) dan Aku telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain.
(Al Qur’an Surat 43.Az Zukhruuf Ayat 32)

INSAN: Jadi aku harus bagaimana ya Allah, tolong jelaskan kepadaku, sebenarnya usaha / perniagaan apa yang dapat menyelamatkan aku dari azab-Mu ya Allah ?
ALLAH: Sukakah (maukah) kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih ? yaitu kamu beriman kepada-Ku dan Rasul-Ku dan berjihad di jalan-Ku dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Itulah keberuntungan yang besar.
(Al Qur’an Surat 61.Ash Shof Ayat 10-12)

INSAN : Bagaimana aku bisa berjihad di jalan-Mu sedangkan aku tidak memiliki harta yang cukup dan bagaimana aku bisa memberi nafkah kepada istri dan anak- anakku jika aku tidak berusaha untuk mencari rezeki ?

ALLAH: Bertakwalah kepada-Ku yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu. Barangsiapa yang bertakwa kepada-Ku niscaya Aku akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada-Ku niscaya Aku akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Aku melaksanakan urusan yang Aku dikehendaki. Sesungguhnya Aku telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. Sesungguhnya Aku tidak menyalahi janji.
(Al Qur’an Surat 26.Asy Syu’aroo’ Ayat 184, Surat 65.Ath Tholaaq Ayat 2-3-4 dan Surat 13.Ar Ra’d Ayat 31).


BY :http://penulis.bloggaul.com/buku/?op=read&id=109106&idc=786&uname=pancipenyok

Isnin, 4 Julai 2011

????


jangan kau sangka labuh tudungku tanda alimnya diriku,aku juga sepertimu masih mencari2 segenap cahaya buat menerangi sepanjang perjalanan kerana tudungku ini bukan sekadar menutupi tetapi melindungi jua mengingatkan diri ini menjaga akhlak itu bunga diri.... aduh bait2 ayat nie membuatkanku teringat peristiwa yg terjadi pada diriku.. membuat diriku malu dan muhasabah ...

peristiwa nie berlaku bila sowg pakcik nie komen ttg pemakaian aku.. xthu la pakcik datang dari mana ..yg aku thu cme die nk dtg beli je hi2. mase aku tgh mengira ..sempat pulak pkcik tu memberi komen ..bgusla pakai macam nie ..stokin ,sarung tgn ,pakai tuduh labuh...aduhh segan sgt2 sbb aku nie bukan la baikkk..he3. naseb baek ank beranak die je yg ade dalam kdai tu.. mase nk kuar dari kedai ,bertembung gn pakcik sekali lagi ... tdi dah malu ..nie tambah malu lgi deh... pk cik komen lagi tntg pemakaianku...cme yg aku igt la lbh kurag cm nie..pak cik bgi 100% ..naseb baek adik aku je yg dengar ..klau owg laen dengar ....segannye  ^^, sbb aku bukan baik sgt sampai 100% hu3... ku ingin ulang sekali bait nie .... jangan kau sangka labuh tudungku tanda alimnya diriku,aku juga sepertimu masih mencari2 segenap cahaya buat menerangi sepanjang perjalanan kerana tudungku ini bukan sekadar menutupi tetapi melindungi jua mengingatkan diri ini menjaga akhlak itu bunga diri..

 kadang2 ade juga terima kate2 yg kurang menyenangkan aku ..aku hanya senyum je he3..kata2 yg ku terima antara sindiran @ ikhlas susa untuk aku bezakan . aku xkesah ..tpi kadang2 kesah jugak hu4, usnuzon2..la yup huhu. yg penting niat..Hanya kerana Allah Taala .aku bukan nk tunjuk alim sbb ilmuku masih seciput...umpama langit dan bumi...mmg xlayak pun sbb aku pun xbaek sangat pun tpi aku cuba untuk buat pekara yg membawa kebaikan kpda diriku .tudungku ini bukan sekadar menutupi tetapi melindungi jua mengingatkan diri ini menjaga akhlak itu bunga diri.. ^^- tarbiah diri :)

Ahad, 3 Julai 2011

tak rimas ke pakai tudung labuh???


seusai solat, saya mengambil tempat di sisi seorang perempuan melayu yang tidak bertudung. Sambil saya membetul-betulkan lipatan tudung, perempuan di sebelah saya menegur.
" Awak, boleh saya tanya?"
"Hmm, iya..boleh" Jawab saya sambil tersenyum.
"Kenapa awak pakai tudung besar-besar ya..tak rimas ke?" Dia bertanya.
Saya terdiam. Tak menyangka, itu soalannya.
"Tapi kenapa ya?"
"Tak ada apa-apa..saja nak tahu, sebelum ni tertanya-tanya sendiri je" Dia menjawab. Kelihatan dia benar-benar ingin tahu.
Saya tersenyum. Fikiran ligat berputar mencari jawapan yang sesuai. Lama merenung jauh, akhirnya tercerna satu idea.
" Hmm...sebelum saya jawab soalan tu, saya nak tanya awak dulu,boleh?"
Dia mengangguk
"Kenapa ya kalau kita naik kereta digalakkan pakai seat-belt ya? " Saya bertanya dia kembali tanpa menjawab dulu persoalannya.
"erm.." Dia berfikir smbil tangannya memegang dagu mencari jawapan.
" Sebab nak selamat la. kalau apa-apa berlaku, atleast kecederaan tu tak la teruk" dia menjawab ringkas.
"Ok, tapi itu kalau berlaku kemalangan kan. Macam mana pula kalau orang yang pandai dan cekap dalam memandu. Perlu ke dia pakai seat-belt ? Saya bertanya lagi untuk menduga.
"Eh, kenalah pakai jugak. Even dia dah cekap memandu like Michael Schumache, kenalah pakai jugak sebab kemalangan tu tak mengira siapa..kan? Satu lagi, kadang kemalangan tu bukan sebab kita pun, tapi ada kes kemalangan sebab pemandu lain yang tak berhati-hati akhirnya kita yang menjaga ni pun menjadi mangsa, kan?" Dia bertanya kembali.
"So, apa kaitannya kesalahan pemandu lain dengan selt-belt pulak" Saya terus bertanya.
" Yelah, nak menunjukkan bahawa selt belt tu sangat penting sekarang, sebab pemandu-pemandu jalan raya bukannya semua berhemah. Jadi untuk keselamatan, pakai seat-belt. Kalau dilanggar sekalipun kita tak la cedera teruk atau tercampak keluar"
"Tak rimas ke? kadang orang-orang tak selesa pakai seat-belt, katanya rimas"
"Alaa, nak selamat kenalah tahan sikit, kan..soal keselamatan, kena jaga"
Saya tersenyum mendengar penerangannya. Hampir sampai pada tujuan persoalan.
"Hmm, itulah jawapan saya pada persoalan awak tadi. Kenapa saya bertudung besar."
Dia terus memandang saya dengan dahinya yang berkerut.
"Ok, lets me explain ya. Persoalan kenapa saya pakai tudung yang besar-besar sama sahaja dengan jawapan awak tadi tentang kenapa kita pakai seatbelt bila memandu. Tujuannya sama. iaitu keselamatan" Saya menjawab mengikut jawapannya pada persoalan tadi. dan dia semakin merenung saya sambil berfikir.
"Tapi kalau tak pakai seat-belt, tak apa-apa kan? Tak berdosa, kan? Asalkan kita yakin kita mampu memandu dengan baik.Tapi yakin ke kita bila kita memandu tanpa memakai seat-belt walaupun memandu dengan baik dan berhemah, kita akan selamat?"
Dia menggeleng kepala tanpa suara.
" Hmm, thats why saya cuba menjaga keselamatan hidup saya dengan tudung yang besar. Sebab saya tak tahu apa bencana yang sedang menanti. Semuanya untuk tujuan keselamatan ditambah pula dengan galakan agama yang suruh kita menjaga pemakaian yang lebih selamat'. Iya, tudung kecil atau tudung biasa tak mengapa, asalkan mampu menjaga diri sebab dunia sekarang, tau-tau je la kan, banyak godaanya. Kadangkala hanya kita yang berhemah di jalan, tetiba sedar-sedar kita kena langgar, nasib baik pakai seat-belt...hehehe".Saya tergelak kecil. Berharap agar mengundang bibit mesra dengannya.
" Dan satu lagi, kereta sekarang macam-macam gaya dan jenama, kan? Orang ramai tergilakan kereta-kereta canggih sehingga lupa nak menjaga keselamatan. Ramai je yang berkereta canggih tapi akhirnya tercampak keluar dari keretanya sendiri apabila berlaku kemalangan yang tidak diigini. Macam tu jugak tudung, sekarang ni macam-macam fesyen, tapi masih lagi tak ikut syariat. Ketat sana, singkat sini. Bukankah itu membahayakan hidup? " Saya tersenyum. Sedaya upaya membuatkan dia terus berfikir.
"Tudung besar yang saya pakai ini bukan untuk mintak penghormatan daripada sesiapa pun. Tapi tak lari dari tujuan keselamatan. Selamat untuk diri sendiri, selamat untuk orang lain dan juga yang penting, saya nak cuba penuhi galakkan agama supaya menjaga diri melalui pemakaian."
"So, persoalan rimas atau tak, dah terjawab tadi..kan?" Saya bertanya kembali. Dia memandang bebola mata saya mencari pengertian.
"Tak rimas ke pakai tudung besar-besar?. Hmm, hanya yang pakai sahaja yang tahu. Kadang tu rimas jugak la, lebih-lebih lagi musim panas. Tapi tahan sikitla, sebab prinsip kita untuk jaga keselamatan. Sebab itu, pemandu yang paling berhemah adalah pemandu yang sentiasa menjaga keselamatannya..betul tak? Saya terus bertanya. Dan dia mengangguk.
"So, faham tak kaitan antara tudung besar dengan seat-belt?" Saya bertanya dengan lembut, memancing kefahamannya..
Dia mengangguk...
"Maaf, saya pergi dulu ya..kelas saya dah nak start" Saya bangun dari kerusi dan mohon mengundur diri.
" Iya" Jawabnya ringkas, masih lagi seolah-olah memikirkan sesuatu.
Saya berjalan meninggalkan dia menuju ke kelas sambil brmonolog sendirian.
'Hmm, ada kaitan jugak ya seat-belt dengan tudung besar ni..sebelum ni tak pernah terfikir' Tersenyum saya..moga hari ini sedikit ilmu itu mampu meluaskan selautan kebaikan...dan membukakan jalan buat mereka yang mencari jalan.. amin.
dan saya..terus berjalan, sambil membetulkan 'seat-belt' saya yang asyik terasa longgar sahaja pin'nya...kena pakai betul-betul nanti tak selamat...hehe...

Jumaat, 24 Jun 2011

MU'AZAH

MU'AZAH iaitu perempuan Abdullah bin Ubay bin Salul. kehidupannya merupakan cerminan perlaksanaan janji setia dan bai'at, walaupun ia seorang hamba sahaya perempuan. ketika memeluk islam dan berbai'at dia masih berstatus hamba sahaya.

Abdullah bin Ubay mempunyai seorang tawanan, lalu ia memaksa dan memukul Mu'azah agar berbuat zina dengan tawanan itu agar Mu'azah hamil. tujuannya adalah agar dia memperoleh tebusan dari tawanan tersebut. tebusan inilah yang dimaksudkan dengan "aradh" dalam firman Allah surah An Nur ayat 33. firman Allah bermaksud 
  "kerana kamu hendak mencari aradh atau keuntungan dunia..."
                                                                                                                                       (An-Nur:33) 
sebagai seorang muslimah, maka Mu'azah tidak mahu melakukan pekara tersebut. Az-Zuhri berkata: " Mu'azah adalah wanita muslimah yang utama, lalu Allah menurunkan Ayat yang bermaksud : " Dan janganlah kamu paksa hamba-hamba perempuan melakukan pelacuran".

kemudian Mu'azah dimerdekakan dan setelah itu kahwin dengan Shal bin Qirthah. Sesungguhnya keimanannya telah memenuhi jiwanya yang paling dalam. maka ia tetap memelihara dirinya dari melakukan pekerjaan haram . Dia tidak mahu di paksa walaupun dia seorang hamba sahaya . ia tidak mahu melakukan pekerjaan yang tercela lantaran keimanan yang ada di dalam hatinya .

Dia menjadi teladan untuk wanita muslimah dalam memelihara diri dan kehormatan. Dia tetap dalam istiqamah walaupun berada dalam lingkungan orang-orang musyrik dan kafir. Mu'azah memikul penderitaan dan seksaan dengan penuh ketabahan dan kesabaran, bahkan dia berani menentang majikannya dalam menjaga kesucian dan kehormatannya .
'
Oleh sebab itu kaum wanita terutama remaja pada zaman ini hendaklah mengambil contoh dan teladan melalui kehidupan Mu'azah ini . Kerana Suasana lingkungan dan persekitaran kita sentiasa mengajak kaum wanita melakukan pekerjaan yang di larang oleh Islam. semuanya itu hanya mengundang kemaksiatan yang akan menjatuhkan nilai dan martabat wanita sendiri. 

by : Himpunan kisah wanita syurga  (1001 Mutiara)

ustaz azhar idrus - penjaga tandas dan penyanyi perempuan

Khamis, 23 Jun 2011

Tujuh pahala tetap kekal selepas meninggal dunia

APAKAH pahala yang dapat diterima seseorang selepas kematiannya? Dalam hal ini, diriwayatkan daripada Anas bahawa ada tujuh pahala yang dapat diterima seseorang selepas mati, iaitu:

l Sesiapa yang mendirikan masjid, maka tetap pahalanya selagi masjid itu digunakan oleh orang untuk beramal ibadat dalamnya.

l Sesiapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum daripadanya.

l Sesiapa yang menulis mushaf, dia akan mendapat pahala selagi ada orang yang membacanya.

l Orang yang menggali perigi, selagi ada orang yang menggunakannya.

l Sesiapa yang menanam tanaman, selagi ada yang memakannya sama ada manusia atau burung.

l Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama diamalkan oleh orang yang mempelajarinya.

l Orang yang meninggalkan anak soleh yang dia selalu mendoakan kedua-dua orang tuanya dan beristighfar baginya

l Selain itu, anak yang selalu diajar ilmu al-Quran, maka orang yang mengajarnya mendapat pahala, selagi anak itu mengamalkan ajaran tanpa mengurangi pahala anak itu.

Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda: “Apabila telah mati anak Adam itu, maka terhenti amalnya melainkan tiga macam.” Amalan ini ialah sedekah yang berjalan terus (sedekah amal jariah), ilmu yang berguna dan diamalkan serta anak yang soleh yang mendoakan perkara baik baginya.

Khamis, 16 Jun 2011

Keajaiban berpurdah......(untuk muslimah berniqab)

Ramai yang tertanya-tanya....andai seorang wanita itu berpurdah....Mengapa dia pakai purdah?????itulah persoalan yang sring diutarakan....Disini ingin ku kongsi dengan kalian, satu kisah realiti....satu cerita.... tentang seorang wanita yang berpurdah....mengapa dia ingin sanggup berkongsi dengan kalian,mungkin untuk menjawab persoalan MENGAPA DIA BERPURDAH............

sebuah kehidupan yang tercipta, tiak seeti yang kita jangka, tidak seperti yang kita rancang...mungkin adakalanya pahit....dan ada kalanya manis...sebuah kehidupan itu bermula.... dengan satu langkah...aku disini, untuk menyingkap kembali satu cerita indah dan seram dalam lipatan sejarah hidup ku..... aku mula menjejakkan kali mlangkah ke arus dewasa...dunia remaja..mungkin kerna aku suka melihat, putri-putri cantik , anggun yang memakai tudung labuh... manisnya mereka.... keayuan mereka terserlah...aku terima lamaran umi untuk belajar di sekolah agama.... salah satunya kerna terpikat dek tudung labuh....akhirnya aku dapat memakai tudung labuh...Alhamdulilah...sememangnya sukar untuk istiqmah kan?, ada antara sahabat ku pernah berkata. "PANAS!!", entah lah .. mungkin bagiku ia tidak terlalu panas.. aku gembira...Alhamdulillah....syukur.....
hari meniti hari, bulan dan tahun sudah berubah... kini hari ku jatuh cinta untuk berniqab...tapi, apakah aku layak untuk memakainya... sedangan aku bukanlah seorang manusia yang warak?? , apakah pandangan keluarga ku???, apakah mereka mengizinan aku???..biarlah masa yang menentukan nya....biarlah takdir yang merialisasikan kehidupan ku... tibalah waktu,seorang wanita memberi kenyakinan untukku mencuba memulakan langkah ku untuk berniqab.. Sue, itulah panggilan padanya... dia telah berpurdah. banyak cerita dia kongsi dengan ku... aku amat tertarik....aku ingin!!!!!!!!.....langkah pertama ku, sewaktu sambutan hari raya di sekolah, aku cuba untuk memakai purdah, walaupun tiada kelulusan daripada pihak sekolah membenarkan pelajar untuk berpurdah, namun aku pasti ini adalah langkah ku... aku pasti lakukan... dengan kata-kata perangsang daripada Sue, aku bangkit untuk mencuba. Ramai yang tekejut, tapi apa ku kisah, kata-kata sindiran ku etak di tepi... AKU ADALAH AKU!!!!.... dan, saat ayahda ku datang untukmengambil slip keputusan exam ku... aku tahu dia terkejut, kerana waktu dia menghantar ku pada awalpagi hari itu, muka ku tidak tertutup..tapi sekarang... em, aku tahu... fikiran ayahda melayang memikirkan aku. aku terus menyahut tanggan ayahda.... memeluknya dihadapan sahabat-sahabat ku, ayahda hanya tersenyum.... aku sudah bersedia menghadapi detik seterusnya....Alhamdulillah... ayahda hanya senyum, tanpa mengomen langkahku itu....

Setelah hari itu pergi meninggalkan aku, ada kawanku yang mengeluarkan kata-kata yang menjatuhkan aku kerna aku tidak memakai purdah waktu belajar di sekolah . tidak mengapa, mungkin dia tidak tahu tentang undang-undang sekolah.itulah tanggapanku padanya. Pesan ustazah, Istikharahlah..... aku perlu mencari jawapan tehadap persoalanku.... "Apakah wajar aku berpurdah???", untuk lebih yakin aku lakukan istikharah, istikharah yang ku lakukan sering mengatakan "aku harus berpurdah" ... Ya Allah........ apakah aku harus???? tiba satu masa, aku terkena satu alergik pada muka ku... entah mengapa?,aku pun keliru..... apayang aku suka makan, itulah yang menyebabkan muka ku menjadi bengkak-bengkak... apa yang terjadi pada ku???apakah kerna dosa - dosa ku????puas aku berfikir , mengapa ia berlaku kepada ku?? usrahti juga bimbang dengan ku.. tetapi , datang ilham mengatakan padaku... "BERPURDAHLAH" ... Ya Allah...... apakah ini yang Engkau mahukan daripadaku???? .......apakah ini cara MU mengaturkannya???? Ya Allah..... suatu hari, aku makan kacang, itulah makanan yang menjadikan muka ku berubah bengkak.... sebelum aku makan, aku menyatakan sesuatu ... "Ya Allah, seandainya aku makan kacang ini...muka ku jadi bengkak... itu menunjukkan Engkau menginginkan ku berpurdah".... dan muka ku menjadi bengkak.... YA ALLAH....... namun, aku masih belum kuat untuk brpurdah .... dengan istiqamah....Ya Allah..... Setelah sekian lama , hati ku gelisah dengan soalan PURDAH, aku teruskan mengumpul kekuatan untuk berpurdah????, sesungguhnya ia bukan senang untuk dilakukan.... perlukakan kekuatan, semangat...... n persedian untuk menghadapi hari muka.... Ya Allah bantulah daku........bantulah daku.....

setibanya detik, dunia dilanda satu virus yang meragut beribu-ribu nyawa..... dan Malaysia, jua tidak telepas daripada wabak ini.... dan saat itu,hatiku terdetik lagi " Ya Allah, sandainya wabak ini melanda sekolah ku, maka Engkau menginginkan aku memakainya...", apakah aku harus bebuat begini???? apakah caraku ini betul????? Ya Allah , ampun kan aku........ ampunkan dosa-dosa ku.... Ya Allah... aku, sekali lagi diburu keresahan hati.... SEKALI LAGI, .... dan, Allah telah menetapkan sekolah ku terkena wabak ini.... Ya Allah......sekali lagi, soalan ku terjawab..... tapi mengapa????mengapa???mengapa dulu aku tidak terfikir sejauh ini??? dan mengapa fikiran ku melayang ..... dengan sejuta persoalan....... Ya Allah.......
Sekarang aku harus membuat keputusan…. Aku tidak akan membiarkan, hari ku resah lagi…. Aku harus bersedia…. Dengan kehidupan mendatang…. Aku harus……. Ya Allah, berikanlah aku kekuatan….. kekuatan….. untuk meneruskan perjuangan ini….

Aku telah brtanya ustazah, apakah hukum memakai purdah. Dengan jawapan yang lengkap, ustazah menjawab prsoalan ku…. “ Hukum berpurdah, sebahagian besar ulamak mengatakan wajib wanita berpurdah dan hanya sebahagian kecil ulamk mengatkan harus bukak atas sebab tidak menimbulkan fitnah.” . fikiran ku melayang mengimbau kisah ku dahulu, aku pernah dikatakan bercinta dengan seorang lelaki, yang tidak pernah aku memberi hatiku padanya…… , Ya Allah…. Aku tidak ingin melakukan fitnah, aku ingin jauh daripada melakukan fitnah… buku yang berjudl “Fitnah Wanita’, yang ku pinjam di maktabah banyak menerangkan fitnah wanita. Menuruk kata-kata buku itu, fitnah yang wanita lakukan amat banyak, ketika mereka jalan, pakaian mereka, dan setiap apa yang mereka lakukan… banyak menimbulkan fitnah apabila si wanita itu, tidak menjaga hati mereka…. Ya Allah… apakan aku tergolng dalam golongan ini???? Ya Allah, ampun kan aku…. Sesunguhnya aku tidak ingin melakukan kejahatan ini….. Ampunkan Aku…….

Aku kini bertekad untuk berpudah, mungkin ini adalah langkah terbaik yang harus aku lakukan …. Aku akan lakukan kerna Mu Ya Allah…. Kerna Mu Ya ALLAH… Kerna aku YAKIN DENGAN MU YA ALLAH….. YA ALLAH….. aku akan harungi dugaan yang mendatang Kerna Mu….. KERNA MU……… Ya Allah….
Seorang sahabat, mengatakan dia akan berpurdah ketika virus ini melanda, itu adalah saranan ayahnya yang juga ustaz yang amat aku kagumi… aku jadi lebih berkenyakinan untuk melakukannya. SEtelah mendapat kebenaran guru disiplin untuk berpurdah.. aku lebih bersemangan.. Terima kasih Ya Allah, Engkau telah memudahkan jalan ku…. Alhamdulillah…. Tibalah detik kemanisan bagi ku, Alhamdulillah…. Kini aku telah berpurdah…. Aku telah berpurdah… Alhamdulillah…. Ya Allah…. Terima Kasih …. Banyak yang berlaku pada hari pertam aku berpurdah…. Aku laluinya dengan bantuan Allah….. alhamdulillah…..

Di sekolah, aku tidak menghadapi banyak masalah untuk berpurdah… mungkin, kesukaran untuk makan dan sukar untuk brinteraksi…. Tapi lama-kelamaan aku makin biasa… Alhamdulillah….. Allah membantuku…. Alhamdulilah…. Aku diduga dalam keluargaku…. Mungkin, mereka tidak tahu hakikat mengapa aku berpurdah… mungkin, ini adalah salah ku… tidak menerangkan kepada mereka mengapa aku berpurdah…. Itu adalah kelemahan aku, aku telah segala kata-kata kerana aku tahu, itu bukan salah mereka…. Walaupun, air mata sering mengiringi aku…. Namun, aku yakin padaNya…. Dan Aku tahu,mereka pasti akan tahu suatu masa nanti…. Walaupun apa yang berlaku, aku akan teruskan berpurdah… Ya Allah kuatkan lah aku,….
Kini, wabak itu sudak makin reda…… AlHAMDULILLAH…. Dan kini aku berseorangan berpurdah…. Sahabat ku terpaksa meninggalan purdah kerana dia menemui jawapan nya dengan Istikharah… tapi, aku tidak boleh,kerana jawapan istikharahku…. Menenjukkan aku agar meneruskan…. Walaupun ku tahu, dia sedih untuk meninggalkan purdah…. Aku tahu dia menghadapi tomahan sewaktu meninggalkan purdah…. Allah mengujimu sahabat….. Allah menyayangimu sahabat… Kuatlah semangatmu….. kuatlah kerna Allah….. sahabat, ku yakin dengan kekuatan mu… kau mampu….. teruskan lah perjuangan mu….
Ya Allah… kami serahkan kepadamu roh dan jasad kami…..

Suatu hari, aku telah merancang dengan pejuang-pejuang agama di sekolah ku untuk mengadakan program qiamullai di salah sebuah rumah sewa, tetapi rancangan kami tidak kesampaian apabila hujan lebat yang berkemungkinan banjir yang berlaku …. Jadi, denagn perasaan sedih, kami terpaksa membatalkan impian ini… tapi, sebagai naqibah untuk adik-adik perjuangan ku, aku telah menetapkan mereka agar tetap melakukan juga qiamullai walaupun tidak dalam program…. Dan mereka menerima tanpa sebarang alas an… Alhamdulillah…. Ya Allah…. Kami berserah kepadaMu….. Ya Allah….
Malam itu, aku tidur lambat, entah lah mengapa sukar untukku tidur….. Ya Allah…aku ingin menunaikan janjiku… aku haus bangun…untuk berqiamullai…. Semua ahli rumah ku telah melelapkan mata mereka begitu jua sahabat ku…. Aku lihat, dia lena disisiku….. Mungkin, dia tenang dengan mimpi nya… aku membaca doa seterusnya beberapa ayat Al-Quran, yang memang menjadi kunci untuk memudahkan aku melelapkan mata…. Alahmdulillah…. Dan aku telah melayari satu mimpi…….. “…………. Dalam mimpi ku itu, ku melihat ramai ulamak-ulamak yang sedang solat berjemaah di sebuah masjid putih… Ya Allah, sesungguhnya bukan mudah untuk ku bermimpi ulamak-ulamak… aku selalu berharap untuk bermimpi dengan ulamak kerna ku tahu, mereka lebih rapat kepada Mu daripada ku YA ALLAH…. , Tetapi mengapa mereka solat dengan berbaring… Ya Allah, muka mereka kelihatan pucat dengan wajah bersinar-sinar… Ya Allah, wajah mereka amat bercahaya…. Ya Allah… indahnya muka mereka. Tapi, mereka solat berjemaah sambil berbaring .. Ya Allah…. Apakah maksud Mu????? ” Ya Allah, apakah Engkau ingin mengatakan kepada ku bahawa, kini ulamak-ulamak bakal tiada?????? Ya Allah …….

Apakah dunia akan jadi tanpa ulamak?????? Ya Allah…….. sesudah mimpi ulamak-ulamak itu, mimpi ku terus bersambng dengan satu keadaan… in jua adalah mimpi… “ sewaktu ku ingin membeli di sebuah gerai, aku mempunyai duit RM2 dan aku membeli satu barang dengan harga RM1.80…. aku memberi kepada peniaga itu RM 1.70, dan dia mengatakan kepada ku bahawa idak cukup 10 sen , oleh itu aku memberi kepada peniaga itu 20 sen, dan aku minta balik balik ku 10 sen kerna aku tiada duit… dan aku amat memerlukannya…. Tetapi tauke itu mengatakan, dah tiada baki lagi…. Sudah cukup… dan dia juga kata, ikut dialah, kerna dia adalah peniaga… Ya ALLAH… aku amat memerlukan duit itu….. ” apakah maksud mimpi ku yang kedua ini??? Apakah sekali lagi Engkau ingin menunjukkan kepadaku telah berlaku penindasan dalam jual beli?? Ya ALLAH…. Dan mimpi ku terus bersambung dengan satu lagi kisah…. “ mengenai wanita berpurdah…. Ya Allah….. ini adalah kisah golongan yang sama dengan golongan ku…. Ya Allah… aku melihat banyak bom-bom yang meletup dan… golonagn ku yang di tindas… dalam mimpi ku itu, dunia ingin menghapuskan golongan wanita ang berpurdah… Ya ALLAH…. Apakah amat hina golongan orang yang melakukan sesuatu untuk agama Mu … Ya Allah… dan sesiapa yang memakai purdah akan dibunuh!!!!! Aku melihat, ramai yang berpurdah berlari-lari kesana ke sini… menyelamatkan diri , menyelamatkan pakaian mereka,… mempertahankan pegangan mereka… aku juga melihat, ada pejuang yang mempertahankan pegangan mereka yang syahid di bom…, Ya Allah!!!!!! Aku tak sanggup untuk menceritaka pada kalian…. Aku takut…. Ini terjadi…. Aku tidak ingin!!!!!!!!!!!!! Aku melakukan ini kerna Allah… bikan kerana dunia!!!!!! Dan aku juga yakin pada insan yang berpurdah yang lain… Ya Allah…. Aku juga berlari untuk menyelamatkan diri ku,…. Aku beralih dari satu tempat ke satu tempat… amatlah perit…. Menghadapi situasi ini… aku berharap agar ini tidak menjadi rialiti… aku seteruslah masuk ke sebuah kedai yang tiada penghuninya lagi… dan waktu itu, aku memakai jubah dan berniqab…. Dan aku cuba untuk menukur jubah dan tubung berserta niqab ku… aku telah buka tudung dan ingin menukar jubah ku… aku berazam , AKU TIDAK AKAN MENUKAR JUBAH KU, DAN AKU AKAN BERJUANG MEMPERTAHANKAN PURDAH… itu adalah janji ku… Ya Allah… . waktu itu juda sekelompok wanita yang bertubung tetapi tidak berniqab dating memijakku… bersama mereka ada senjata.. Ya Allah, sakit badan ku di pijak… Ya Allah… mereka mencari wanita yang pakai purdah… Ya Allah… tudungku, aku pin kan dengan purdah… Ya Allah… pasti aku akan mati Ya Allah… bagaimana aku ingin buang purdah yang telah ku pin kan ???? Ya Allah… badan ku masih dipijak dangan perasaan benci oleh perempuan yang memboikot goongan kami itu… HATI ku beretik untuk berkata “YA ALLAH… DENGAN KUASA MU, DENGAN KEAJAIBAN YANG BISA ENGKAU LAKUKAN…. YA ALLAH BATULAH AKU>……. YA ALLAH….”, dengan kuasa Allah… purdahku jatuh sewaktu perempuan itu, mengangkat tudungku… Alhamdulillah… dengan Kuasa Mu Ya ALLAH…. Engkau telah menyelamatkan nyawaku…. Ya Allah…. Perempuan-perempuan memeriksa tudungku…. Dan Alhamdulillah, tiada purdah yang sepatutnya berpin disitu… dan dia menghempaskan tudungku itu…. Dan terus memijak-mijak ku … sambil berkata “SELAMAT KAMU…’ Ya Allah…. Alhamdulillah….. “……. Ya Allah….. setelah itu, aku tersedar dari mimpi ku… an aku terus menangis…. Aku tidak ingin ini terjadi … Ya Allah…. Apakah harus aku harungi waktu ni???? Apakah ia bakal menjadi rialiti???? YA Allah…… AKU TIDAK INGIN…. YA ALLAH… apakah orang islam akan saling bermusuhan?????????? Ya Allah…. Apakah mereka akan menindas orang yang seagama dengan mereka????? Ya Allah… aku ida ingin ni terjdi?..... Ya Allah….

Begitu seksa orang yang ingin berjuang d jalanMU.. diwaktu manusia dalam kejahilan…. Ya Allah…. Ya Allah… apabila ku simpulkan kembali… 3 kisah aripada mimpi ku itu, itu adalah seperti tanda-tanda sebelum qiamat… Ya Allah…. Ampun kan aku…

penyakit alahan ku juga sudah tiada dengan tiba-tiba.... apabila ku serahkan hidup ku hanya untuk Nya... Allah mengaturkan urusan ku.... Alhamulillah....

Sahabat…. Simpanlah kisah ini sebagai peringatan… bukan ku ingin membangga atau pun apa… tapi ingin ku sampaikan peringgan in… dan mengapa aku terus berniqab …. Kerana Allah…. Kerna janji ku untuk mempertahankan….. ISLAM…
.

BANGKITLAH SAHABAT…. JADILAH PEJUANG AGAMA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!...

Sabtu, 4 Jun 2011

SELAMI HATI SEORANG WANITA



1. Bila sorang wanita mengatakan dia sedang bersedih,tetapi dia tidak menitiskan airmata,itu bermakna dia sedang menangis di dalam hatinya.

2. Bila dia tidak menghiraukan kamu selepas kamu menyakiti hatinya,lebih baik kamu beri dia masa untuk menenangkan hatinya semula sebelum kamu menegur dengan ucapan maaf.

3. Wanita sukar nak cari benda yang dia benci tentang orang yang paling dia sayang(sebab itu ramai wanita yang patah hati bila hubungan itu putus di tengah jalan).

4. Sekiranya sorang wanita jatuh cinta dengan sorang lelaki,lelaki itu akan sentiasa ada di fikirannya walaupun ketika dia sedang keluar dengan lelaki lain.

5. Bila lelaki yang dia suka dan cinta merenung tajam ke dalam matanya,dia akan cair seperti coklat!!

6. Wanita memang sukakan pujian tetapi selalu tidak tau macam mana nak menerima pujian.

7. Ji! ka kamu tidak suka dengan gadis yang sukakan kamu separuh mati,tolak cintanya dengan lembut,jangan berkasar sebab ada satu semangat dalam diri wanita yang kamu tak akan tahu bila dia dah buat keputusan,dia akan lakukan apa saja.

8. Sekiranya sorang gadis mula menjauhkan diri darimu selepas kamu tolak cintanya,biarkan dia untuk seketika.Sekiranya kamu masih ingin menganggap dia sorang kawan,cubalah tegur dia perlahan-lahan.

9. Wanita suka meluahkan apa yang mereka rasa.Muzik,puisi,lukisan dan tulisan adalah cara termudah mereka meluahkan isi hati mereka.

10. Jangan sesekali beritahu perempuan yang mereka ni lansung tak berguna.

11. Bersikap terlalu serius boleh mematikan mood wanita.

12. Bila pertama kali lelaki yang dicintainya dalam diam memberikan respon positif,misalnya menghubunginya melalui telefon,si gadis akan bersikap acuh tak acuh seolah-olah tidak berminat,tetapi sebaik saja ganggang diletakkan,dia akan menjerit kesukaan dan ! tak sampai sepuluh minit,semua rakan-rakannya akan tahu berita tersebut.

13. Sekuntum senyuman memberi seribu erti bagi wanita.Jadi jangan senyum sebarangan.

14. Jika kamu menyukai sorang wanita,cubalah mulakan dengan persahabatan.Kemudian biarkan dia mengenalimu dengan lebih mendalam.

15. Jika sorang wanita memberi seribu satu alasan setiap kali kamu ajak keluar,tinggalkan dia sebab dia memang tak berminat denganmu.

16. Tetapi jika dalam masa yang sama dia menghubungimu atau menunggu panggilan darimu,teruskan usahamu untuk memikatnya.

17. Jangan sesekali mengagak apa yang dirasakannya.Tanya dia sendiri!!

18. Selepas sorang gadis jatuh cinta,dia akan sering tertanya-tanya kenapalah aku tak jumpa lelaki ini lebih awal.

19. Kalau kamu masih tercari-cari cara yang paling romantik untuk memikat hati sorang gadis,cubalah rajin-rajinkan tangan menyelak buku-buku cinta.

20. Bila setiap kali gambar kelas keluar,benda pe! rtama yang dicari oleh wanita ialah siapa yang berdiri di sebelah buah hatinya,kemudian barulah dirinya sendiri.

21. Bekas teman lelaki akan sentiasa ada di fikirannya tetapi lelaki yang dicintainya sekarang akan berada di tempat teristimewa iaitu di hatinya!!

22. Satu ucapan 'Hi' sahaja sudah cukup menceriakan harinya.

23. Teman baiknya saja yang tahu apa yang sedang dia rasa dan lalui.

24. Wanita paling benci lelaki yang berbaik-baik dengan mereka semata-mata nak tackle kawan mereka yang paling cantik.

25. Cinta bermaksud kesetiaan, ambil berat, jujur dan kebahagiaan tanpa sebarang kompromi.

26. Semua wanita mahukan sorang lelaki yang cintakan mereka sepenuh hati..

27. Senjata wanita adalah airmata!!

28. Wanita suka jika sesekali orang yang disayanginya mengadakan surprise buatnya(hadiah,bunga atau sekadar kad ucapan romantis).Mereka akan rasa terharu dan merasakan bahawa dirinya dicintai setulus hati.Dengan i! ni dia tak akan ragu-ragu terhadapmu.

29. Wanita mudah jatuh hati pada lelaki yang ambil berat tentang mereka dan baik terhadapnya.So,kalau nak memikat wanita pandai-pandailah...

30. Sebenarnya mudah mengambil hati wanita kerana apa yang dia mahu hanyalah perasaan dicintai dan disayangi sepenuh jiwa.



 by : halaqah net.

air mata wanita


"Suatu ketika, seorang anak bertanya kepada ibunya, “Ibu, mengapa ibu menangis?” Ibunya menjawab, “Sebab ibu adalah perempuan, nak.” “Saya tak mengerti ibu,” kata si anak. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kau memang tak akan mengerti…”

Kemudian si anak bertanya kepada ayahnya. “Ayah, mengapa ibu menangis?” “Ibumu menangis tanpa sebab yang jelas.” sang ayah menjawab. “Semua perempuan memang sering menangis tanpa alasan.”

Si anak membesar menjadi remaja, dan dia tetap terus bertanya-tanya, mengapa perempuan menangis? Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa perempuan mudah menangis?” Dalam mimpinya ia merasa seolah mendengar jawapannya:

“Saat Ku ciptakan wanita, saya membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

“Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali menerima cerca dari si bayi itu apabila ia telah membesar.

“Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.

“Ku berikan kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walau dia sendiri letih, walau sakit, walau penat, tanpa berkeluh kesah.

“Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada anak-anak yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

“Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.

“Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyedarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai isterinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

“Dan akhirnya, Kuberikan ia air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kepada wanita, agar dapat ia gunakan bila masa pun ia inginkan. Ini bukan kelemahan bagi wanita, kerana sebenarnya air mata ini adalah “air mata kehidupan.”

bersyukurlah dilahirkan sebagai wanita...
tambahlah bersyukur dilahirkan sebagai wanita Muslimah..."

Jumaat, 27 Mei 2011

Di Hening Malam



Di waktu hening malam
Di waktu sepi sebarang bunyi
Di waktu manusia di alam mimpi
Embun pagi membasahi bumi

Bangunlah insan bangunlah
Buangkanlah selimutmu
Sucikan badanmu dan pakaianmu
Sujudlah menyembah membesarkan Tuhanmu
Panjatkanlah doa
Pohonkan ampunan dari-Nya
Agar bersih hatimu dan juga akalmu
Tundukkan nafsumu kepada kebenaran
Pangkat dan darjat yang tertinggi
Bagi yang berjaga malam

Di waktu malam yang sunyi sepi
Untuk Tuhan tertinggi lagi terpuji
Jadikanlah malam merintih dan mengadu
Kepada Tuhanmu
Agar kerja kita dipimpin-Nya


DIWANI

Bagaimana Aku Tidak Menyembah-Mu

CINTAILAH ALLAH SAYANGI MANUSIA

Tuhan bagaimanalah aku tidak menyembahMu
sedangkan aku hambaMu
sedangkan kewujudanku
tanpa ku pinta ia adalah dengan iradahMu
yang mengandungi hikmah

bagaimana aku tidak bersyukur kepadaMu
segala yang aku miliki kurniaanMu
bagaimana aku tidak mengagungkan
dan membesarkanNya segala yang ku lihat
menggambarkan kebesaranMu

bagaimana aku dapat melupakanMu
kasih sayangMu dapat ku rasakan
ia berlaku di setiap masa dan waktu
bahkan turun naiknya nafasku itu
salah satu dari kasih sayangMu
kasih sayangMu

bagaiamana aku adalah hamba
engkau pun tahu diantara sifat
sifat hamba itu terlalai dan terlupa
cuai dan terleka
kerana itulah aku selalu saja
memohon ampun kepadaMu

cuai dan lalai pasti berlaku terhadapku
lupa dan leka terjadi selalu
di sinilah ku harap dengan rahmatMu
lupakan saja kesalahanku
janganlah Engkau bertindak ke atasku

MAWADDAH


Usaha mencari jodoh bg wanita

Jodoh itu telah ditetapkan, bezanya sama ada kita mendapatkannya dengan cara mulia atau cara hina. Pilihlah
**Berusaha menyediakan diri sebagai produk ‘solehah’ yang diidam-idamkan. Biasanya produk ‘solehah’ yang bermutu tinggi dari segi agama dan akhlaknya mempunyai permintaan tinggi di dunia dan akhirat. Apabila sesuai masanya  dan tepat orangnya, serahkanlah ‘kesediaan hati’ anda untuk dirisik dan dipinang dengan jalan yang syarak
* Berusaha mengawal diri supaya jangan gedik, mudah menyerah dan mudah melayan kerana wanita sebegini biasanya begitu senang untuk dimiliki oleh lelaki yang tidak berakhlak sahaja.  Biasanya wanita yang senang dimiliki (hanya dengan sedikit godaan berupa SMS, call, puji-pujian dan lain-lain), senang pula untuk dipersia-siakan. 
* Berkawanlah dengan rakan-rakan sejantina yang solehah. Jodoh anda mungkin dikalangan abang mereka, saudara mereka dan sebagainya yang soleh-soleh juga. Jelaskan niat bahawa itu bukan matlamat tetapi wasilah semata-mata.
* Jika anda terpikat dengan agama dan akhlak seorang lelaki dan anda ingin memuliakan, pilihlah cara melalui orang tengah yang soleh. Jangan menghantar hasrat terus kepadanya kerana ia boleh menjatuhkan martabat dan kemuliaan ‘malu’ anda dimatanya.
* Minta ibubapa, abang atau saudara-mara yang mencarikan untuk anda.
* Jika anda dirisik secara langsung oleh seseorang lelaki dan anda memang menyenangi agama dan akhlaknya serta berkeyakinan dia boleh berubah menjadi lebih baik, mintalah dia merisik dengan cara yang lebih mulia iaitu dengan terus melibatkan ibu bapa, bukan hanya berdua-duaan antara anda dan dia. Ingat, cara yang menggunakan orang tengah dan menjauhi fitnah itu adalah cara yang dilakukan oleh Rasulullah

by : kak Fatimah Syarha 

bagaimana akhirnye aku bertudung labuh >>>>

Aku mengurut-urut keningku perlahan-lahan. Penat. Aku baru sahaja selesai mengulangkaji sebahagian buku subjek Muamalat. Ku tutup buku itu lalu aku bangun dan melangkah keluar dari bilik. Aku menuju ke ruang tamu. Kosong. Di mana semua orang. Akhirnya aku mengambil keputusan untuk keluar menghirup udara petang. Aku segera mencapai sehelai tudung dan menyarungkannya di kepala. Stoking juga ku ambil lalu ku pakai.
Aku melangkahkan kakiku ke luar rumah. Tetapi hasrat untuk berjalan-jalan ku batalkan lalu aku mengambil keputusan untuk naik ke bumbung rumah. Di atas bumbung rumahku ada sebuah bahagian seakan-akan balkoni yang dibina oleh ayahku sebagai tempat istirehat pada waktu-waktu senggang. Ada sebuah meja dan beberapa kerusi buatan sendiri di situ.
Aku melabuhkan punggung di salah sebuah kerusi yang menghadap ke jalan raya. Angin bertiup sepoi-sepoi bahasa. Tudungku turut terbuai ditiup angin semilir petang. Ada anak-anak kecil yang sedan berkejaran. Ada yang sedang berbasikal dan ada yang sedang bermain badminton. Aku tersenyum melihat anak-anak kecil ini. Indahnya alam kanak-kanak.
Di sudut lain pula ada anak-anak remaja yang sedang berkumpul di atas motosikal masing-masing. Mungkin menunggu waktu yang sesuai untuk merempit. Ada juga anak-anak gadis berpakaian kurang sopan sedang berjalan-jalan. Aku mengeluh. Sebagai seorang gadis, aku turut merasa malu melihat mereka berpakaian seperti itu. Ya, lebih memalukan kerana mereka bertudung. Tudung yang bukan tudung dengan pakaian yang ketat dan sendat.
Aku mengalihkan pandanganku ke tempat lain. Hatiku sayu mengenangkan umat Islam kini yang semakin rapuh imannya. Dan aku? Tidak mampu berbuat apa-apa untuk mengubahnya. Aku bermonolog sendirian. Dahulu, aku juga seperti mereka. Bertudung sekadar syarat. Bagiku, asalkan bertudung itu sudah cukup. Tetapi segala-galanya berubah kerana suatu peristiwa. Aku termenung mengingat kembali peristiwa itu.
************************************************
Kisah itu bermula ketika aku berusia 13 tahun. Aku mula menjejakkan kaki ke alam sekolah menengah. Aku bersekolah di sebuah sekolah menengah agama yang terkemuka di Hulu Langat. Hari pertama persekolahanku, aku berkenalan dengan ramai teman baru dan ada juga teman-teman dari sekolah rendah yang turut menyambung pelajaran di situ sepertiku.
Ingin aku ceritakan betapa indahnya suasana masyarakat di situ. Gadis-gadisnya bertudung labuh dan pemuda-pemudanya segak berkopiah. Suasananya tenang dengan pokok-pokok rendang yang menghijau, kicauan burung dan ikan-ikan yang sedang bermain di kolam. Tetapi, itu adalah perasaan yang ku rasakan kini iaitu saat aku telah menginjak dewasa, saat aku mengenangkannya.
Namun, saat suasana itu sedang ku alami, hatiku remajaku memberontak. Mengapa aku harus bertudung labuh ke sekolah? Hodohnya! Itulah yang ku fikirkan saat itu. Aku gadis bertudung tetapi aku bukan gadis bertudung labuh.
Hari-hari persekolahanku, ku lalui seperti biasa. Aku mula dapat menyesuaikan diri. Sehinggalah pada suatu hari, kami semua dikehendaki hadir ke sekolah pada hari Sabtu untuk membersihkan kelas sempena Pertandingan Keceriaan dan Kebersihan Kelas. Di rumah, aku mula gelisah. Apa yang harus ku pakai untuk ke sekolah??
'Ish, nak pakai apa ni? Takkan nak pakai tudung pendek ni kot?? Malulah!'
Aku benar-benar bingung. Aku tidak mungkin akan hadir ke sekolah dengan tudung pendekku. Aku malu kerana selama ini semua teman-temanku hanya pernah melihatku bertudung labuh sekolahku itu. Pasti mereka akan menganggapku sebagai seorang yang hipokrit. Akhirnya, aku mengambil keputusan untuk meminjam sehelai tudung labuh ibuku. Walaupun ibuku tidak bersekolah agama, tetapi dia bertudung labuh. Mungkin kerana dia mengajar di sekolah agama atau mungkin kerana itu adalah keinginannya sendiri. Aku juga tidak tahu.
'Mak, nak pinjam tudung labuh sehelai'
'Nak buat apa?'
'Esok Along kena pergi sekolah'
'Laa..pakai je la tudung yang Along biasa pakai tu'
'Taknak, Along malulah. Nanti apa pulak kata kawan-kawan Along kalau tengok Along pakai tudung pendek'
'Hah, yelah. Ambillah yang mana Along nak'
Aku segera mengambil sehelai tudung ibuku yang berwarna krim. Hatiku melonjak girang. Bolehlah aku ke sekolah dengan bertudung labuh nanti. Tidak perlulah aku berasa malu dengan teman-temanku lagi.
Esoknya, aku memakai sehelai t-shirt dengan tudung labuh tersebut. Agak lucu kerana tudung itu agak besar denganku. Ah, aku tidak peduli asalkan aku ke sekolah dengan bertudung labuh. Ibuku menghantarku ke sekolah. Saat aku tiba ke sekolah, aku terkedu. Teman-temanku sudah sampai. Ramai. Lelaki dan perempuan semuanya sudah berada di dalam kelas. Tetapi bukan itu yang membuatku terkedu.
'Tengok, kawan-kawan kamu tu tak ada pun yang pakai tudung labuh. Tu lah, mak cakap pakai tudung biasa je kamu takanak dengar. Degil'
Aku hanya mendiamkan diri. Perlahan-lahan aku membuka pintu kereta. Kakiku melangkah lesu keluar dari perut kereta. Terasa seakan-akan semua orang memandangku. Saat itu, aku rasa seperti ingin menangis. Terasa seakan-akan semua orang sedang ketawa melihatku.
Mataku liar memandang sekeliling. Ya, ada yang turut berpakaian sepertiku. Aku lega. Sekurang-kurangnya aku tidak berseorangan. Tetapi, teman-teman rapatku semuanya bertudung pendek. Dan mereka berlagak seolah-olah tidak mengenaliku. Aku hanya melangkah lesu masuk ke dalam kelas.
Aku tersenyum mengenangkan kembali kerenahku. Bertudung labuh kerana malu. Ah, naifnya aku saat itu. Aku kembali semula ke zaman persekolahanku.
'Bagusnya kau pakai tudung labuh'
Kata seorang temanku. Lelaki. Aku sekadar mendiamkan diri. Sebetulnya aku malu. Mereka tidak tahu bahawa aku memakainya kerana terpaksa. Kerana malu dan khuatir dikatakan hipokrit.
Sejak saat itu, aku sentiasa memakai tudung albuh apabila perlu ke sekolah pada bukan hari persekolahan. Ya, masih kerana aku malu. Aku tidak ikhlas memakainya. Bahkan aku merasakan aku sangat hodoh memakai tudung labuh. Tetapi aku tetap memaksa diriku untuk bertahan. Ibuku pula kurang memberikan sokongan. Dia tidak kisah samada aku bertudung labuh ataupun tidak. Baginya, cukup sekadar tudungku itu menutup aurat. Labuh menutupi dada. Walaupun ibu bapaku tidak bersekolah agama, mereka amat menitikberatkan ajaran agama dalam keluarga. Aku dilarang sama sekali berpakaian tidak menutup aurat di luar. Walaupun aku bertudung pendek, auratku terjaga. Mungkin kerana tubuhku yang kecil pada masa itu lalu walaupun bertudung pendek, perhiasan wanitaku terjaga.
Suatu hari, aku keluar ke Pekan Kajang bersama kawan-kawanku. Tetapi, kali ini aku bertudung pendek. Ah, aku lebih malu memakai tudung labuh kalau di Kajang. Di situ, orang-orangnya bergaya. Pasti aku akan kelihatan aneh dengan tudung labuh apabila berada dalam kalangan mereka. Malahan aku berbaju ketat dan tudungku silang sehingga nampak perhiasan wanitaku. Aku bersikap berani kerana ibuku dan ayahku tiada di rumah. Mereka hanya akan pulang pada waktu malam.
Aku berpisah dengan kawan-kawanku apabila mahu pulang. Aku pulang dengan menaiki bas. Saat aku masuk ke dalam perut bas, ku lihat hanya tinggal satu tempat duduk di sebelah seorang makcik. Aku segera mengambil tempat. Penat berdiri.
Di pertengahan jalan, makcik yang duduk di sebelahku turun lalu tempatku diambil oleh seorang lelaki muda. Botak. Berpakaian aneh dengan corak tengkorak pada bajunya. Aku mengengsot sedikit lalu memandang kosong ke luar tingkap. Tidak selesa. Tiba-tiba terasa ada tangan seseorang di pinggangku. Aku tersentak tetapi aku tidak segera melatah. Aku menjeling pada pemuda di sebelahku. Matanya tertutup rapat. Sangkaku dia tertidur dan tangannya tidak sengaja menyentuhku. Lalu ku alihkan tangannya dan kembali memandang ke luar tingkap. Tiba-tiba ia berlaku sekali lagi. Kali ini ku rasakan tangan itu bergerak-gerak menandakan kali ini perbuatan itu disengajakan. Pantas aku mengambil begku dan diletakkan di antara aku dengannya. Kalau ikutkan hatiku yang baran, nahas lelaki ini ku kerjakan. Tetapi, keadaan sesak di dalam bas membantutkan niatku. Aku menudukkan tubuhku dan menongkat dagu memandang lagi ke luar. Dan tak ku sangka lelaki tiu berani meletakkan tangannya di bahuku.
'Hoi!!!'
Tanpa perasaan malu aku bangun dan berteriak. Aku tidak peduli dengan mata-mata yang sedang memandangku. Lelaki ini harus ku ajar. Tetapi dia sekadar membatu di tempatnya tanpa sedikit pun terkuit.
'Kau ni apahal?! Jangan nak kurang ajar dengan aku!'
'Apa?? Apa aku buat kat kau??'
Dia memandangku sinis.
'Apa??'
'Kau..kau..urgh, tepilah, aku nak keluar! Pakcik, berhenti! Saya nak turun!'
Aku berteriak kepada pemandu bas agar segera berhenti. Sakit hatiku melihat wajah pemuda itu. Sebelum aku turun, aku memijak kaki pemuda itu sekuat hatiku. Dia terjerit. Puas hatiku.
'Padan muka, jangan nak main-main dengan aku!'
Aku pulang dengan menaiki bas lain selepasnya. Di rumah, apabila ibuku pulang aku menceritakan peristiwa tersebut pada ibuku. Dia memarahiku. Katanya, aku tidak berhati-hati sehingga ada orang yang mengambil kesempatan terhadapku.
Wajahku berkerut apabila mengingati peristiwa hitam itu. Itu pertama kali dalam hidupku peristiwa sedemikian terjadi padaku. Sejak itu, aku jadi trauma untuk menaiki bas. Tetapi, ada peristiwa selepas itu yang telah mengubahku menjadi seperti aku sekarang ini.
Petang itu, aku baru sahaja selesai menghadiri kelas tambahan di sekolah. Kebiasaannya ibuku akan datang mengambilku tetapi petang itu ibuku tidak dapat datang kerana kereta ibuku rosak dan berada di bengkel kereta. Itu bermakna aku harus menaiki bas untuk pulang.
Suasana di Pekan Kajang seperti biasa. Penuh sesak dengan manusia. Aku mula terbayang peristiwa hitam yang pernah terjadi padaku di dalam bas. Mataku meliar mencari bas yang kosong. Aku tidak mahu mengambil risiko menaiki bas yang penuh sesak. Khuatir peristiwa itu akan berulang lagi.
Bas mula bergerak menuju ke destinasi. Aku duduk seorang diri. Begku letakkan di kerusi sebelahku. Sengaja. Aku tidak mahu ada orang duduk di situ. Tiba-tiba..
'Kak, boleh saya duduk kat sini?'
Seorang pemuda berusia dalam lingkungan 20-an menegurku. Aku memandangnya sekilas.
'Suka-suka je panggil aku kakak. Mentang-mentang aku pakai tudung labuh. Tak nampak ke aku bawa beg sekolah ni?'
Aku serba-salah. Aku bimbang peristiwa itu akan berulang lagi. Tanganku perlahan-lahan mengambil beg di sebelah tempat dudukku. Pemuda itu juga kelihatan teragak-agak untuk duduk. Dia sekadar duduk di hujung kerusi. Langsung tidak bersentuh bahu denganku. Aku tersenyum. Lega.
'Sekolah lagi ke?'
Aku tersentak apabila suara lelaki itu menegurku. Aku menoleh dan mengangguk.
'Sekolah agama ke? Kat mana?'
' A'ah, sekolah agama kat Langat'
'Ooh..yeke. Baguslah adik pakai macam ni bila keluar. Jangan pakai tudung labuh kat dalam sekolah je. Orang yang pakai tudung labuh ni, maruahnya terjaga. Bila pakai tudung labuh, orang tak berani mengurat. Hihi..'
Aku terdiam mendengar kata-katanya. Terasa kata-kata itu benar-benar tepat menikan di hatiku.
'Abang turun dulu. Kalau nak tahu, abang ni ex sekolah adik'
Pemuda sopan itu berlalu keluar. Aku menghantar langkahnya dengan pandangan kosong. Sekumpulan anak muda masuk ke dalam perut bas. Bising. Mereka berpakaian serba hitam dengan rambut tercacak berwarna-warni. Aku kembali teringat peristiwa itu. Belum sempat berbuat apa-apa, salah seorang dari mereka mengambil tempat di sebelahku. Tetapi, dia juga seperti pemuda sopan tadi. Sekadar duduk di hujung kerusi. Aku terkesima. Kata-kata pemuda tadi kembali terngiang-ngiang di telingaku. Bayangan peristiwa hitam itu bermain di mindaku. Ya, saat itu aku berpakaian kurang sopan. Tudungku pendek menampakkan perhiasanku. Bajuku ketat dan tidak menutup aurat.
Aku kembali ke alam nyata. Bayangan peristiwa lalu itu hilang dari mindaku. Aku bersyukur kerana diberi peluang untuk berubah. Aku bersyukur kerana diganggu oleh pemuda kurang sopan itu dan aku bersyukur dipertemukan dengan pemuda sopan yang menasihatiku itu. Jika tidak kerana mereka, pasti aku semakin jauh tersesat. Pasti aku akan sentiasa bertudung labuh kerana malu bukan kerana ALLAH.
Sejak peristiwa itu, aku mula mengikhlaskan diri dalam bertudung labuh. Aku tidak lagi memakainya hanya untuk ke sekolah. Aku memakainya di mana-mana sahaja apabila aku keluar dari rumah. Dan segalanya benar, bertudung labuh secara automatik membuatku terjaga. Maruahku terpelihara dan tidak dipermainkan. Tiada orang yang berani menggangguku bahkan dengan bertudung labuh juga, aku jadi lebih berhati-hati dengan sikapku kerana aku tahu ada banyak mata yang memerhati langkahku.
Aku bangun lalu turun ke bawah. Rupa-rupanya adik-adikku keluar bermain di taman. Aku tersenyum melihat adik-adik perempuanku yang turut manis bertudung labuh. Aku ingin mereka menjadi gadis solehah. Kini, aku bertudung labuh kerana ALLAH bukan lagi kerana malu dengan teman-temanku. Walaupun bukan tudung labuh seperti waktu aku bersekolah, ia masih lagi labuh dan menutup auratku. Aku akan sentiasa cuba untuk memperbaiki diriku menjadi gadis yang solehah.
p/s: Kisah ini adalah kisah benar seorang gadis. Kisahnya simple tetapi boleh dijadikan pengajaran untuk semua. Saya gunakan bahasa diri aku agar pembaca mudah untuk memahaminya. Semoga kita diberi peluang untuk berubah seperti gadis ini dan kita sama-sama doakan agar dia istiqamah dengan perubahannya itu. Ameeennn..

Selasa, 17 Mei 2011

13 wasiat Rasuluallah S.A.W. kepada Saidina Ali

 IBNU ABBAS meriwayatkan, Ali Abu Talib berkata: Pada hari perkahwinan dengan Fatimah, Rasulullah saw bersabda kepadaku, dengan menyatakan 13 wasiat khusus untukku:

1) Wahai Ali, takutilah engkau daripada memasuki tempat mandi (hammam) tanpa memakai kain separas pinggang. Barang siapa memasuki tempat mandi tanpa kain separas pinggang, maka dia mendapat laknat (mal'un).

2) Wahai Ali, janganlah engkau memakai cincin di jari telunjuk dan di jari tengah. Sesungguhnya, itu adalah apa yang dilakukan oleh kaum Lut.

3) Wahai Ali, sesungguhnya Allah mengagumi hamba-Nya yang melafazkan istighfar: Rabighfirli fainnahu la yaghfirul-zunuba illa Anta (Tuhanku, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampunkan dosa melainkan Engkau). Allah lalu berfirman, bermaksud : Hai malaikatKu, sesungguhnya hambaKu ini mengetahui tiada yang mengampunkan dosa, melainkan Aku. Hai malaikatKu, jadilah saksi, bahawasanya, Aku mengampuni dia.

4) Wahai Ali, takutilah engkau daripada berdusta. Bahawasanya, berdusta
itu menghitamkan muka dan disuratkan oleh Allah sebagai kazzab (pendusta). Dan bahawasanya, benar itu memutihkan muka dan disuratkan oleh Allah sebagai sadiq. Ketahuilah engkau, bahawasanya benar itu berkat dan dusta itu celaka.

5) Wahai Ali, peliharalah diri engkau daripada mengumpat dan mengadu-domba. Bahawasanya, orang berbuat demikian itu, diwajibkan ke atasnya seksaan kubur dan menjadi penghalang kepadanya di pintu syurga.

6) Wahai Ali, janganlah engkau bersumpah dengan nama Allah, sama ada dusta atau benar, kecuali dalam keadaan darurat, dan janganlah menjadikan Allah permainan sumpah engkau. Sesungguhnya, Allah tidak menyucikan dan tidak mengasihani orang yang bersumpah dusta dengan nama-Nya.

7) Wahai Ali, janganlah engkau mencita-citakan rezeki untuk hari esok. Bahawasanya, Allah mendatangkan rezeki engkau setiap hari.

8) Wahai Ali, takutilah engkau daripada berbantah-bantah dan berkelahi dengan maki-hamun dan sumpah-seranah. Bahawasanya, perbuatan itu pada awalnya jahil dan pada akhirnya penyesalan.

9) Wahai Ali, sentiasalah engkau bersugi dan mencungkil gigi. Bahawasanya, bersugi itu menyucikan mulut, mencerahkan mata dan diredai Allah, manakala mencungkil gigi itu dikasihi malaikat kerana malaikat tidak senang dengan bau mulut kerana sisa-sisa makanan di celah gigi, tidak dicungkil selepas makan.

10) Wahai Ali, janganlah engkau melayani rasa marah. Apabila timbul rasa marah, duduklah engkau dan fikirkanlah mengenai kekuasaan dan kesabaran Allah ke atas hamba-Nya. Pertahankan diri engkau daripada dikuasai kemarahan dan kembalilah engkau kepada kesabaran.

11) Wahai Ali, perhitungkanlah kurniaan Allah yang engkau nafkahkan untuk diri engkau dan keluarga engkau, nescaya engkau beroleh peruntukan daripada Allah.

12) Wahai Ali, apa yang engkau benci pada diri engkau, maka engkau bencikan juga pada diri saudara engkau dan apa yang engkau kasih pada diri engkau, maka engkau kasihkan juga pada diri saudara engkau, yakni engkau hendaklah berlaku adil dalam memberi hukuman. Dengan itu, engkau dikasihi seluruh isi langit dan bumi.

13) Wahai Ali, perbaikkanlah perhubungan di antara penduduk (jiran) sekampung dan antara ahli rumah engkau. Hiduplah dengan mereka sekaliannya dengan rasa persahabatan dan kekeluargaan, nescaya disuratkan darjat yang tinggi bagi engkau.

Khamis, 5 Mei 2011

menikah dengan wanita lumpuh, bisu dan tuli

Pada zaman dahulu ada seorang pemuda pengembara bernama Ahmad. Ahmad adalah seorang pengembara yang soleh dan taat kepada Allah. Hutan, gunung serta padang pasir telah dilalui dalam pengembaraannya.
Suatu ketika disaat Ahmad sedang menyusuri sebuah sungai. Dia merasa dahaga yang tiada terhingga, karena hari memang sangat panas sekali. Ahmadpun kemudian berhenti dipinggir sungai untuk minum dan mencuci mukanya. “Alhamdulillah….. terimakasih ya Allah, engkau telah memberikan keselamatan kepadaku dengan air sungai ini”. Tiba-tiba Ahmad melihat sesuatu mengapung-apung disungai menuju kearahnya. Tanpa berfikir panjang Ahmad pun kemudian mencebur dan mengambilnya yang ternyata adalah sebuah apel. “Ini mungkin rizki untukku”. Ahmad kemudian memakan apel itu. Tetapi disaat apel itu termakan hampir habis, Ahmad teringat sesuatu. “Astaghfirullah, Kalau ada buah apel terjatuh, berarti disekitar sini ada sebuah kebun. Dan bila ada sebuah kebun, mungkin kebun itu ada yang memiliki. Ya Allah Ampunilah hambamu yang telah memakan buah ini tanpa meminta izin kepada pemiliknya. Sebaiknya aku mencari dimana pemilik kebun dari buah ini.
Ahmadpun kemudian menyusuri sungai itu tanpa merasa letih. Dan benarlah, ternyata diujung sebuah hulu sungai ada sebuah kebun apel yang sangat luas. Ahmad kemudian mendatangi kebun itu dan mencari pemiliknya. Disaat Ahmad sedang mencari tiba-tiba seorang kakek mengejutkannya.
“Assalamu’alaikum. Sedang mencari apa gerangan anak muda?”
“Waalaikumussalam… Apakah bapak tau siapa pemilik kebun anggur ini?”
“Sayalah pemiliknya. Kenapa ?
“Jadi, jadi pemilik kebun ini adalah bapak sendiri. Oh.. Kebetulan sekali. Saya minta maaf karena saya telah memakan sebuah apel yang saya duga berasal dari kebun bapak”.
“Dimana engkau menemukannya anak muda?” tanya kakek itu.
“Disebuah sungai disaat saya sedang minum dan membasuh muka saya”.abang Pemilik kebun apel itu terdiam dan menatap mata Ahmad dengan tajam. Ahmadpun kemudian berkata, “Maafkanlah saya pak, saya siap menerima hukuman apapun dari bapak. Apapun hukumannya, asalkan bapak memaafkan saya”.
“Ya, ya ya…. Kalau begitu kau akan menerima hukuman dariku”. Kata kakek itu seraya terus menatap tajam mata ahmad.
“Silahkan kek, apa hukuman yang akan aku terima ?”
“Kau harus membersihkan kebunku selama satu bulan penuh”
“Baiklah kek, saya akan menjalankan hukuman itu dengan ikhlas karena Allah” Kata Ahmad sabar.
Demikianlah, berhari-hari Ahmad membersihkan kebun apel itu dengan rajin dan senang. Dia berharap dapat menghapus kesalahan yang telah dilakukannya. Hingga tidak terasa satu bulan penuh Ahmad telah menjalankan hukuman. Ahmadpun kemudian mendatangi pemilik kebun itu.
“Saya telah menjalankan hukuman untuk membersihkan kebun selama satu bulan penuh. Dan hari ini adalah hari yang terakhir, Apakah ada hukuman lain untuk menebus kesalahan saya?” Tanya Ahmad.
“Ada. Aku mempunyai seorang anak gadis bernama Rokayah. Dia buta, tuli, bisu dan lumpuh. Kau harus menikahinya.Jawab Kakek pemilik kebun
Bukan cuman terkejut, Ahmadpun gemetar. Tubuhnya berkeringat. Karena Ahmad berfikir begitu berat ujian dan hukuman yang dia terima. pemilik kebun itupun bertanya.
“Kenapa, apakah kau tidak bersedia?” tanya pemilik kebun itu membuat ahmad berfikir. Tidak lama kemudian ahmad dapat menguasai diri. Dia yakin apabila pemilik kebun tidak memaafkannya, maka Allahpun tidak akan memaafkan kesalahannya yang telah memakan apel yang bukan miliknya.
“Baiklah, saya akan penuhi. Saya ikhlas karena Allah untuk menikahi anak kakek. Jawab Ahmad
Dengan kesabaran dan keikhlasan Ahmadpun kemudian menikahi gadis pemilik kebun apel. Disaat usai pernikahan, Ahmad hendak memasuki kamar pengantin yang didalamnya telah menunggu gadis pemilik kebun apel
“Assalamu’alaikum”…. Ucap Ahmad seraya membuka tirai kamar.
“Wa’alaikummussalam, Silahkan masuk. Aku telah menunggu sedari tadi” Seorang gadis menjawab dari dalam kamar
Ahmad terkejut bukan kepalang mendengar jawaban itu.
“Oh, maafkan saya. Mungkin saya salah memasuki kamar ini. Sebenarnya saya mencari gadis bernama Rokayah. Dia anak pemilik kebun apel”. Kata Ahmad bingung.
“Sayalah yang engkau cari”. Jawab gadis itu
“Oh tidak…. Tidak mungkin”.
Ahmadpun berlalu dengan tergesa meninggalkan gadis itu dan menemui pemilik kebun.
“Sebelumnya maafkan saya yang telah lancang memasuki sebuah kamar seorang gadis cantik. Tapi… dimanakah sebenarnya kamar Rokayah istri saya?” Tanya Ahmad
“Kau tidak salah. Yang kau masuki memang kamar rokayah anakku satu-satunya. Dan yang didalam kamar memang anakku. Dialah rokayah”.
“Tetapi kenapa saya tidak melihat dia buta, tuli, bisu dan lumpuh?” Tanya Ahmad.
“Anakku….. Rokayah memang buta, tuli, bisu dan lumpuh. Tapi yang aku maksud dia buta, karena dia tidak pernah menggunakan kedua matanya untuk melihat hal-hal yang buruk. Dia tuli, karena telinganya tidak pernah digunakan untuk mendengarkan pembicaraan-pembicaraan yang buruk. Dia bisu, karena dia tidak pernah menggunakan mulutnya untuk berbicara kotor. Dan dia lumpuh, karena dia tidak pernah berjalan ketempat-tempat maksiat. Sekarang segeralah kau kembali kekamarnya. Temuilah dia yang sekarang menjadi isterimu”.
Betapa bahagianya Ahmad yang ternyata mendapatkan seorang isteri yang bukan cantik jelita, namun seorang gadiis yang beriman dan taat kepada Allah. 

by : TAKAZAH DAKWAH ILAALLAH 

yang menarik di sini :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...